Bule Australia yang Diduga Impor Sabu dan Ekstasi Diadili

Robert Isaac Emmanuel saat diwawancarai wartawan usai menjalani persidangan (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork– Robert Isaac Emmanuel (35) warga negara (WN) Australia yang menjadi terdakwa dalam kasus Narkotika, Senin (12/2) diadili. Dalam sidang terungkap, bule yang sebelumnya menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli itu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Bali dijerat dengan 5 pasal berlampis.

Yaitu tiga pasal dalam Undang-Undang Narkotika yang terdiri dari Pasal 113 ayat (2), 112 ayat (2) dan 127 ayat (1) huruf a UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan dua pasal dalam Undang-Undang Psikotropika yaitu Pasal 61 ayat (1) huruf a dan Pasal 62 UU Noi. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

Sidang kemarin masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa, Suhadi dkk. Dalam dakwaan terungkap, terdakwa yang berprofesi sebagai Accountant itu ditangkap petugas Bea dan Cukai di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai pada hari Senin 4 Desember 2017 pukul 15,20 Wita.

Penangkapan terdakwa berawal dari adanya petugas yang melihat gerak-gerik terdakwa sangat mencurigakan dan sedikit gelisah. Melihat itu petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa beserta barang bawaannya.

Saat barang bawaan terdakwa dimasukan dalam mesin X-Ray, terlihat ada benda yang mencurigakan.”Melihat ada benda mencurigakan dalam tas terdakwa, petugas lalu membawa terdakwa dan tas terdakwa ke pos pemeriksaan,”sebut Jaksa Suhadi dalam dakwaannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan satu buah kondom yang di dalamnya berisikan Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat total 14 gram dan 14 butir tablet yang mengandung sediaan MDMA (ekstasi) sebarat 6,22 gram.

Kepada petugas terdakwa mengakui Narkotika yang ditemukan dalam tasnya itu adalah miliknya dibeli dari temannya yang bernama Pieter di Thailand. Tapi terdakwa tidak mampu menunjukkan surat izin untuk mengimpor Narkotika tersebut.

Diberitakan sebelumnya, saat dilakukan pelimpahan tahap II oleh penyidik Polda Bali kepada Jaksa Kejati Bali, Robert tidak ditahan di LP Kerobokan, tetapi direhabilitasi di RSJ Bangli. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar Arief Wirawan.

Saat itu Arief mengatakan, dengan bukti-bukti yang diajukan oleh terdakwa melalui kuasa hukumnya, Edward Pangkahila dkk., terdakwa adalah pencandu Narkotika yang memang harus mendapat perawatan. Tapi, diketahui saat ini terdakwa tidak lagi menjalani perawatan di RSJ Bangli, melainkan di yayasan Anargya di Sanur.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment