Tetap Bantah BAP, Iskandar Halim Terdakwa Kasus 19 Ribu Butir Pil Ekstasi Mengaku Datang ke Bali Cari Barang Properti Antik

Terdakwa Iskandar Halim (baju putih)  saat diperiksa sebagai terdakwa (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewaNetwork-Iskandar Halim satu dari empat terdakwa kasus pemufakatan jahat jual beli 19 ribu butir pil ekstasi, Senin (29/1) diperiksa sebagai terdakwa. Dihadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi terdakwa Iskandar Halim tetap ngotot bahwa isi BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tidak benar.

Tapi karena terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa isi BAP itu tidak benar, dan ada unsur paksaan dari penyidik saat menandatangai, baik majelis hakim maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi dan Oka Ariani tidak percaya begitu saja, apalagi terdakwa menandatangani BAP tersebut.

“Saudara terdakwa tahu, apa maksud suadara menandatangani BAP,”tanya Jaksa Kadek Wahyudi yang dijawab terdakwa tahu.”Artinya menyetujui isi BAP,”jawab terdakwa. Begitu pula saat ditanya majelis hakim kenapa terdakwa mau mencarikan pembeli 19 ribu butir ekstasi saat dimintain tolong oleh Dedi Setiawan (terdakwa dalam berkas terpisah).

Terdakwa berdalih awalnya tidak mau menuruti permintaan Dedi Setiawan karena tahu ekstasi adalah barang terlarang. “Tapi suadara Dedi Setiawan terus menelpon dan akhirnya saya iyakan,”ujar Iskandar Halim. “Tapi terdakwa tahu kan kalau barang yang ditawarkan itu barang yang dilarang,”tanya Hakim Wayan Sukanila yang dijawab iya oleh terdakwa.

Terdakwa juga membantah soal sudah adanya kesepakatan harga jual ekstasi sebagaimana tertuang dalam BAP maupun dakwaan JPU.”Itu tidak benar (adanya kesepakatan harga), saya tidak pernah bicara soal harga,”terang Iskandar.

Tapi lagi-lagi terdakwa tidak mampu membuktikan omonganya karena terdakwa menandatangani BAP yang memuat tentang adanya kesepakatan harga tersebut. Tak hanya itu, terdakwa juga menandatangai berita acara konfrontir yang dilakukan oleh penyidik Mabes Polri.

Pun saat ditanya kepa aterdakwa mau datang jauh-jauh dari Padang ke Bali. Terkait ini terdakwa berdalih sebelumnya memang berniat ke Bali untuk mencari barang-barang propertinya.”Di Bali banyak barang properti yang antik dan unik-unik,”pungkas terdakwa. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment