Pemilik 17 Paket Sabu dan 7 Paket Ekstasi Divonis 12 Tahun Penjara

Terdakwa I Nengah Pasek Antara (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Negah Pasek Antara (37) asal Tianyar yang menjadi terdakwa atas kepemilikan 17 paket sabu dan 7 paket ekstasi benar-benar mujur. Bagaimana tidak dengan barang bukti seabrek, terdakwa hanya divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Ketut Suarta, Senin (29/1).

Selain dihukum penjara, terdakwa juga dihukum untuk membayar denda Rp 1 miliar atau subsider 3 bulan penjara. Atas putusan itu terdakwa yang didampingi pengacara Ketut Bakuh menyatakan pikir-pikir. Begitu pula dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Atmaja,”Kami pikir-pikir,”ujar Jaksa asal Seririt itu.

Sementara itu dalam amar putusnya, majelis hakim menyatakan sependapat dengan JPU yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun,”tegas Hakim Suarta dalam putusanya. Dalam putusanya, hakim juga memaparkan beberapa fakta yang terungkap selama persidangan. Diantaranya terdakwa ditangkap pada tanggal 21 Agustus 2017 du Jalan Kingkong III No. 1, Badung.

Tedakwa yang merupakan TO (Terget Operasi) Polresta Denpasar itu didatangi oleh petugas di tempat kosnya. Saat didatangi, petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap tedakwa maupun di kamar kos terdakwa.

Dalam penggeldahan itu polisi berhasil mengamankan 17 paket sabu dengan berat 38,53 dan 7 paket ekstasi dengan berat 15,40 gram. Terdakwa juga mengakui bahwa barang bukti yang ditemukan di kamar kosnya itu adalah miliknya namun tidak memiliki izin untuk menjual. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment