Tak Tahan Saksikan Ketimpangan di Puskesmas Solor Selatan, Staf Minta Bupati Flotim Copot Atasannya

Inilah kondisi bak mandi di ruang tunggu persalinan Puskesmas Kalike, Solor Selatan. BNN/IST

Solor/BaliNewsNetwork.com-Tak tahan menyaksikan aneka ketimpangan yang terjadi di Puskesmas Kalike, Kecamatan Solor Selatan, Yamin Lewar, salah seorang staf  puskesmas tersebut mendesak Bupati Flores Timur Anton Hadjon untuk mencopot atasannya yakni Petronela Rita Fernandez, Plt. Puskesmas Kalike.

Yamni Lewar membeberkan beberapa ketimpangan yang selama ini sengaja “dipelihara”di Puskesmas Kalike,  Solor Selatan. Yakni  kendaraan operasional berupa sepeda motor jenis Vixion diganti nomor polisinya (plat) dari merah ke hitam dan digunakan oleh suami Plt. Kepala Puskesmas,  seenaknya menaikan tarif loket  dari tarif yangditetapkandalam Perda Flotim, kebijakan penetapan sejumlah dana yang mengangkangi regulasi,  mengabaikan standar operasi pelayanan pada ibu hamil yang hendak partus akibat rusaknya fasilitas ruang tunggu persalinan seperti bak mandi.

Puskesmas Kalik,Solor Selatan

Kepada BaliNewsNetwork.com, Rabu (17/1), Yamin Lewar meminta kepada Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon untuk segera mencabut Surat Penugasan Rita Fernandez sebagai Plt. Kepala Puskesmas Kalike demi perbaikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Solor Selatan.

“Kalau soal sepeda motor Vixion itu semua orang Solor Selatan pun tau, di manakah keberadaannya dan digunakan oleh siapa selama ini. Kendaraan yang didatangkan untuk menunjang pelayanan kesehatan itu sampai sekarang sejak datangnya, tidak berada di kantor dan telah berganti plat hitam. Tarif loket juga dinaikan dari ketentuan Perda Kabupaten Flotim, yakni dari Rp. Rp 13.000 untuk pasien lama dan Rp.14.500 untuk pasien baru dinaikannya menjadi Rp.15.000  ditambah Rp 5000 untuk map serta untuk pasien baru Rp 17.000 ditambah Rp 5.000 untuk map,” urai Yamin berang.

Selain itu, Petronela juga melakukan pembiaran atas kerusakan atau tidak berfungsinya bak  mandi dalam ruang tunggu yang pekerjaan bangunan tersebut dilakukan oleh suaminya. Alhasil dalam pelayananan ibu hamil yang hendak melahirkan terpaksa keluar dari  roh PKIA sebagaimana mekanisme 2 H 2 Centre.

“Kadang ibu hamil disuruh pulang ke rumah di dua hari menjelang melahirkan dengan alasan pembukaannya belum sempurna, dan terjadilah persalinan pun dirumah. Padahal persoalan mendasarnya bukan pada waktu, namun akibat kekosongan air lantaran bak mandi yang tidak berfungsi,” beber Yasmin Lewar.

Demikianpun halnya dengan pengelolaan dana ,Yamin membeberkan Rita membagikan dana Jampersal dalam hitungan 60 persen bidan dan sopir dan 40 persen untuk staf lain juga termasuk lagi bidan dan sopir. Sementara itu dana operasional, dibagi 25 persen untuk Kapusk,15 persen untuk bendahara dan 2 persen untuk staf. Sementara uang kegiatan pada Tahun Anggaran 2017 yang lalu baru dibayarnya pada akhir Desember 2017, namun dengan melakukan saving sebesar Rp 80.000.000 untuk kepentingan pembangunan pagar puskesmas dan kegiatan akreditasi.

“Ini dana kegiatan yang peruntukannya jelas untuk membiayai kegiatan. Namun dibayar pada akhir Desember 2017 dan melakukan saving untuk hal yang bukan dalam kegiatan. Kebijakan-kebijakannya itu selalu mendapat penolakan dan perdebatan, bahkan banyak hal yang ditutupinya, termasuk pemotongan uang jasa dengan nilai Rp 100/orang  untuk pembuatan lapangan volly yang hingga kini tidak pernah dikerjakan. Dan masih banyak lagi perbuatan lainnya yang dilakukan sepihak oleh Plt. Puskesmas kami itu,” beber Yamin

Plt Puskesmas Kalike Petronela Rita Fernandez yang dikonfirmasi melalui ponselnya terkait hal tersebut menanggapinya dingin. Rita hanya membalas pengkonfirmasian BaliNewsNetwork.com dengan menandaskan konsentrasi dirinya hanyalah bekerja dengan tulus untuk membuat baik orang Solor dan memajukan Solor sesuai bidang pelayanannya.

Terpisah, Sekertaris Dinas Kesehatan  Theresia Palang Keda ketika dikonfirmasi terkait aneka masalah yang sedang menggerogoti Puskesmas Kalike masih belum bersikap. Dirinya berjanji akan memanggil Plt. Kepala Puskesmas dan meminta klarifikasi darinya barulah menjelaskan kepada wartawan. (Emnir)

Editor: RahmanSabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment