Gelapkan Uang Penjualan Oli,  Mantan Kacab PT.  PLB Dihukum 3,5 Tahun Penjara

Rizky Trisnayadi (bnn/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria 45 tahun bernama Rizky Trisnayadi yang tinggal di Perum Darmasabha Permai V Blok B-26 hanya bisa menangis saat majelis hakim pimpinan Agus Walujo Thahjono menjatuhkan vonis selama 3 tahun dan 6 bulan (3,5) tahun Penjara.

Dalam sidang, Rabu (17/1) majelis hakim dalam amar putusanya menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam pekerjaan/jabatan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP.

Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis ternyata tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa yakni 4,5 tahun penjara. “Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan, “demikian vonis hakim yang dibacakan dihadapan terdakwa.

Mendengar putusan yang lumayan tinggi itu, terdakwa yang didampingi pengacara Jansen Purba langsung menangis dan menyatakan pikir-pikir, demikian pula dengan jaksa yang juga menyatakan pikir-pikir.

Sementara itu, sebagaimana tertuang dalam dakwaan JPU, terdakwa yang merupakan Kepala Cabang PT. Pola Lubindo Bali (PLB) diadili karena menggelapkan uang hasil penjualan oli mek lucas.Kasusnya terjadi saat terdakwa memberikan dana sponsor dalam kegiatan off road beberapa waktu di Bali. “Dalam memberikan dana sponsor ini terdakwa tidak pernah berkomunikasi dengan kantor pusat,”sebut jaksa Kejari Denpasar itu.

Kontor pusat di Jakarta yang sudah mulai curiga dengan aktivitas terdakwa lalu melakukan audit terhadap keuangan PT. Pola Labindo Cabang Bali yang dipimpin terdakwa. “Hasil audit yang dilakukan ditemukan adanya kerugian senilai Rp 484.812.883, ” terang jaksa Putu Oka.

Akibat kerugian tersebut, Muhammad Kurniawan selaku Legal Konsultan PT. Pola Labindo pusat melakukan mediasi. “Namun terdakwa hanya mau membayar Rp 30 juta dari total kerugian yang ditimbulkan,” kata jaksa.

Terdakwa ngotot mengatakan tidak ada tunggakan hutang atau tidak ada lagi kerugian sehingga terdakwa tidak mau membayar sisah kerugian tersebut. Karena ngotot, akhirnya korban melaporkanya ke polisi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment