Cabuli Anak SMP,  Pedagang Buah Keliling Diadili

Yuswanto alias Yus (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Yuswanto alias Yus (29), harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya di mata hukum. Pria yang keseharianya berkerja sebagai tukang jual buah keliling ini menjalani sidang perdana atas kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur, Rabu (17/1), di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut, terdakwa Yus dijerat dengan pasal 76 E Jo Padal 82 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Di hadapan Majelis hakim diketuai I Gusti Ngurah Partha Bhargawa, JPU Gusti Ayu Rai Artini menguraikan perbuatan terdakwa dalam surat dakwaannya.

“Terdakwa melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” kata jaksa saat membacakan dakwaannya.

Perbuatan tak terpuji terdakwa bermula ketika saksi korban sebuta saja Bunga betemu dengan terdakwa yang sedang menjual buah di pinggir jalan Tukad Citarum Denpasar, pada (31/10/217) lalu sekitar pukul 14.30 Wita. Kemudian terdakwa membuntuti korban yang berjalan kaki dengan sepeda motor.

Saat di pertangahan jalan, terdakwa kemudian menghadang korban dan langsung membujuk korban dengan janji akan memberikan uang tetapi ditolak korban. “Saksi korban pergi tidak menghiraukan tawaran terdakwa dengan alasan sakit perut,” beber JPU

Pada saat korban berhenti di pos kamling  dekat rumahnya untuk istirahat, terdakwa kembali menghampiri sembari membujuk korban dengan uang.

“Terdakwa sambil nyerahin uang Rp 5000 kepada korban namun korban langsung membuang uangnya dan pergi meninggalkan terdakwa. Namun secara tiba-tiba terdakwa menarik tangan korban dan diajak ke semak-semak,” beber JPU.

Setiba di semak-semak itu, terdakwa langsung menjamah tubuh korban yang masih duduk bangku kelas 2  SMP ini. Mulanya korban sempat melawan namun karena terdakwa terus memaksa sembari mengancam akhirnya korban pasrah.

Pada saat korban melakukan aksi bejatnya, tiba-tiba ayah korban datang dan langsung mengamankan anaknya. Selanjutnya terdakwa dibawa ke kantor polisi untuk diproses secara hukum.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment