Staf PLN Larantuka “Ngatur”  Proyek Lisrik Desa, Asosiasi Kontraktor Listrik Berang

FX Roja, Manajer PLN Rayon Larantuka. BNN/Eman Niron

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Tak puas dengan campur tangan staf PLN Rayon Larantuka dalam proyek listrik desa di sejumlah desa dalam wilayah Rayon Larantuka, membuat berang tiga asosiasi  kontraktor listrik di Flores Timur.

Ketiga asosiasi tersebuta yakni Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI), Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia  (AKLINDO) dan Asosiasi Kontraktor Mekanikal Listrik Indonesia (ASKOMELIN). Ketiga asosiasi ini akhirnya  mengadukan “permaianan” staf PLN tersebut kepada Manajer PLN Rayon Larantuka, Frans X. Roja.

Sebagaimana yang tertuang dalam surat mereka yang ditujukan kepada Manajer Rayon Larantuka tertanggal 9 Desember 2017 yang copiannya diterima BaliNewsNetwork.com, Jumat (12/1) ketiga asosiasi kontraktor listrik tersebut  menyampaikan protes atas intervensi staf out sourching berinisial YNH yang telah mencaplok lahan para kontraktor di bidang listrik tersebut.

Kepada FX Roja, mereka membeberkan bahwa YNH  dalam kedudukannya sebagai staf out sourching pada PLN Rayon Larantuka menjalankan sebuah perusahaan bernama CV Ariston yang menggarap beberapa proyek instalasi di beberapa desa dalam program listrik masuk desa ini.

“Bahkan YNH-lah yang mengatanamakan PT JASERINDO dalam menerbitkan SLO untuk pemasangan instalasi di desa Beloaja. Menjanjikan listrik di desa tersebut segera menyala, namun sampai saat ini belum juga menyala. Yang bersangkutan di lapangan memberikan pengaruh yang tidak baik pada desa-desa pemasangan baru, bahkan melanggar kesepakatan yang telah dibangun pada saat sosialisasi dan pasang baru yang dilaksanakan oleh manajemen PLN, rekanan instalatir bersama masyarakat calon pelanggan listrik desa dan pemasangan baru itu,” urai  Fransiskus S. Weking (koordiantor AKLI), Tarsisius Niron (koordinator ASKOMELIN) dan Siprianus Maran (koordinator AKLINDO Rayon Larantuka).

Menurut Farnas, Tarsi dan Sipri, YNH juga memanfaatkan kedudukan lainnya sebagai petugas survey  pada PT PLN Rayon Larantuka, sering melakukan sabotase pekerjaan yang seharusnya menjadi hak para instalatir dan mempengaruhi calon pelanggan yang belum memahami sistem pekerjaan instalasi yang berdampak pada larinya calon pelanggan ke perusahaan yang dibawa YNH itu. Atas perbuatan YNH tersebut, ketiga pimpinan asosiasi kontraktor listrik tersebut mendesak Manajer PLN Rayon Larantuka untuk segera  menindak  YNH sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, surat ketiga asosiasi kontraktor listrik bernomor 001/AKLI-AKLINDO-ASKOMELIN/RYN L-Tuka/XII/2017 itu  belum  juga direspon oleh Manager PLN Rayon Larantuka, Frans X Roja.

Berdasarkan investigasi BaliNewsNetwork.com, mega proyek listrik desa  tersebut  menjadi kesempatan bagi staf PLN  baik di tingkat rayon hingga ranting untuk mendapat keuntungan. Ada yang mengambil sub pekerjaan pada  pemasangan jaringan utama, ada pula yang bermain pada pekerjaan pemasangan baru (intalasi). Banyak pula bertebaran perusahaan instalatir baru yang  menangani  pemasangan yang ketika ditelusuri ternyata milik  orang dalam PT PLN  itu sendiri. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment