Pulang dari RS Sanglah, Pemuda NTT Tewas Dikeroyok Belasan Pemuda

Ilustrasi. Foto: bnn/ist.

Badung/BaliNewsNetwork-Aksi pengeroyokan kembali terjadi. Kali ini korbannya hingga meninggal dunia.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu 10 Desember 2018 sekira pukul 04.00 Wita  di depan Sekolah Dasar (SD) Imanuel Dalung, Jalan Raya Dalung, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban meninggal dunia atas nama Darius Taba Kababa (32), asal Dusun Lete Komis, Desa Ringu Rara, Lamboya, Sumba Barat, NTT yang saat ini beralamat di Banjar Gede, Abianbase, Mengwi, Badung.

“Korban saat itu pulang bersama saksi Ayub Kedu Lere asal desa yang sama dengan korban. Katanya mereka dari Rumah Sakit Sanglah menjenguk saudaranya yang mengalami kecelakaan,” ujar sumber balinewsnetwork.com, Kamis 11 Desember 2018.

Korban dan saksi mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun R, warna Biru, No. Pol DK 5129 FW, sebagai pengendara sepeda motor adalah korban sedangkan saksi dibonceng.

Sekira pukul 04.00 Wita, korban dan saksi melintas di TKP, kemudian korban dan saksi dihadang oleh dua orang anak muda yang mengendarai sepeda motor Scoopy warna Putih tepat didepannya serta di belakang korban dan juga ada beberapa anak muda yang tidak dikenal, yang jumlahnya sekitar belasan yang membawa kayu balok dan pedang samurai.

Kemudian korban dan saksi diminta dompet dan HP oleh anak-anak muda tersebut, karena tidak diberikan oleh korban dan saksi, selanjutnya beberapa anak muda tersebut melakukan pemukulan kepada saksi dan korban. Saksi hanya bisa menutup wajahnya saja dengan menggunakan kedua tangannya dan selanjutnya berusaha lari untuk menyelamatkan diri, namun saksi tidak tahu apa yang dialami oleh korban.

Sementara itu keterangan saksi lain, pemilik warung yang tinggal tak jauh dari TKP Wayan Sukiarta (31) asal Pupuan, Tabanan, menjelaskan bahwa sekira pukul 03.30 Wita, saksi mendengar ada suara keributan dari dalam warung (tempat tinggalnya).

“Seperti teriakan, maling dan ada juga teriakan minta tolong,” terang sumber.

Mendengar suara tersebut saksi keluar dari warung dan saksi melihat sudah ada banyak anak muda yang berkerumun di depan warungnya. Saksi juga melihat ada seorang korban dalam keadaan tergeletak.

“Saksi menyuruh anak-anak muda tersebut yang berjumlah sekitar belasan orang untuk membubarkan diri dan kemudian saksi menolong korban,” imbuh sumber.

Sekitar pukul 04.00 Wita, kejadian tersebut baru tercium anggota kepolisian Polsek Kuta Utara. Korban yang mengalami luka-luka disekujur tubuhnya, ini dibawa ke rumah sakit Kapal.

“Namun sampai di RS korban sudah meninggal dunia,” pungkas sumber.

Kasus meninggalnya Darius Taba hingga saat ini menyimpan misteri. Pihak kepolisian Kuta Utara masih mendalami dan melakukan penyelidikan intensif kasus tersebut. Sejumlah saksi telah diperiksa.

Kapolsek Kuta Utara Johanes W. Nainggolan dan Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Putu Ika Prabawa yang dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Terpisah, Ketua Umum Flobamora Bali Yusdi Diaz meminta aparat kepolisian  segera mengungkap pelakunya. Kepada warga Sumba barat Yusdi Diaz meminta agar tetap tenang.

“Kita serahkan penanganan kasus ini kepada polisi,” kata Yusdi Diaz di tengah warga Sumba Barat di Rumah Duka RSUP Sanglah, Rabu malam. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

BERITA TERKAIT:

Ketua Umum Flobamora Bali, Yusdi Diaz: Saya Berharap Pelakunya Cepat Terungkap

 

 

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment