Polisi Tangkap Tangan Pegawai Satpol PP Denpasar – Setahun Peras Spa dan Panti Pijat

Tersangka Bagus Made Putra Pardana alias Gustra saat rilis media. Foto: BNN/IST.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pegawai Satpol PP Kota Denpasar yang diketahui berstatus pegawai kontrak yang diperbantukan di Kecamatan Denpasar Barat, Bagus Made Putra Pardana (27) alias Gustra ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal Umum Polda Bali dan kini  menjadi tahanan  Direktorat Reskrimum Polda Bali.

Tersangka saat tertangkap tangan pada Jumat (05/01/2018) saat menerima amplop berisi uang Rp 500 ribu. dari salahs eorang korbannya. Diketahui tersangka telah melakukan pungutan liar selama setahun lamanya.

“Saat kami amankan tersangka sedang menerima amplop yang berisi uang lima ratus ribu dari korbannya salah satu Spa di Jalan Gatot Subroto,” jelas Kasubdit III Dit Reskrimum Polda Bali AKBP I Komang Sudana, Selasa (09/01).

Dijelaskan, tersangka mendatangi korbannya pemilik Spa Scarlet di Jalan Kembang Gading No. 1 Gatot Subroto Timur,  Banjar Tonja, Dangin Puri Kangin, Denpasar dan mengenalkan diri sebagai petugas Satpol PP Denpasar.

AKBP I Komang Sudana menjelaskan, modus tersangka adalah dengan melakukan pengancaman yang menyampaikan bahwa Spa yang tidak berizin akan dilakukan razia oleh petugas.

Saat tersangka ditangakap, yang menjadi korban adalah I Wayan Gede Adi Putra. Pria inilah yang menyerahkan uang sebesar Rp 500 ribu kepada tersangka setiap bulannya. Kejadian ini  sejak Januari 2017 lalu, sehingga jika diakumulasikan sebanyak Rp 6 juta dikantongi tersangka.

“Tim penyelidikan sebenarnya sudah mengetahui sejak lama dan saat itu kami lakukan pembuntutan,” terang AKBP I Komang Sudana.

Pada bulan Juli 2017 lalu tersangka sempat tertangkap oleh petugas. Namun nihil barang bukti. Sejak saat itu tersangka berhenti sebentar dan akhirnya mulai melakukan pungutan lagi. Setelah dilakukan intetograsi, tersangka mengakui bahwa melakukan aksinya ini di beberapa TKP lain di Denpasar. Sekitar 11 TKP telah menjadi korban sejak bulan Januari 2017.

“Sekitar empat juta lebih perbulan diterimanya. Sehingga setahun mampu mencapai Rp 35 juta,” terangnya AKBP I Komang Sudana seraya menambahkan  tersangka merupakan anggota sebuah ormas besar di Bali.

“Tersangka melakukannya sendirian dan hasil pungutannya pun digunakan sendiri untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Tersangka disangkakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman kurungan 9 tahun atau pasal 378 KUHP ancaman 4 tahun. (SID)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment