Koruptor Dinkes Flotim Dipenjara 1 Tahun 10 Bulan

Willy Wato Kolah. BNN/IST

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Mantan bendahara Dinas Kesehatan FloresTimur Willy Wato Kolah akhirnya vonis dengan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan oleh majelsi hakim Tipikor Kupang, Selasa (09/01/2018).

Majelis hakim yang beranggotakan  Fransiska Paula Nino, Gustaf Marpaung dan Ali Muhtaron itu menjatuhkan putusan lebih rendah dari tuntutan JPU Alboin M. Blegur dan Faizal Karim yang sebelumnya menuntut 2 tahun 6 bulan penjara sebagaimana dalam sidang dengan agenda tuntutan, Selasa (12/12).

Sedangkan terkait  dengan tuntutan JPU untuk mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 124.156.196 dalam kurun waktu 1 bulan setelah putusan dijatuhkan, ketiga anggota hakim tersebut bersepakat dengan JPU, namun soal sanksi apabila hal tersebut tidak dilakukan terdakwa  yang dalam tuntutan JPU  diganti dengan pidana penjara 1 tahun 3 bulan, majelis hakim  meringankannya dengan penjara 6 bulan. Terhadap putusan majelis hakim Tipikor tersebut, terdakwa Willy Wato Kolah melalui penasihat hukumnya menyatakan menerima. Begitu pula JPU.

Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur I Gede Putu Astawa yang dikonfirmasi melalui Kasie Intel Kejari Salesius Guntur,SH  viai jalur WhatsApp, Selasa (9/1) membenarkan putusan yang dikenakan pada terdakwa Wili Wato Kollah tersebut. Walau mengaku dirinya belum mendapat amar putusan secara lengkap, namun dari laporan para JPU kepadanya, menyebutkan bahwa terdakwa Willy diputuskan  penjara 1 tahun 10 bulan .

“Saya belum menerima salinan putusan secara lengkap, namun berdasarkan laporan singkat teman-teman JPU usai sidang dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim tipikor kemarin (Selasa, 09/01/2018) Willy didijatuhi putusan penjara 1 tahun 10 bulan,denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan  dengan mewajibkan Willy  untuk menggantikan uang sebesar Rp 124 juta  dalam kurungwaktu 1 bulan sejak keputusan itu ditetapkan. Apabila tidak maka diganti dengan pidana penjara 6 bulan,”urai Salesius Guntur yang akrab disapa Ale itu.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya,kasus korupsi  yang membelenggu ruang gerak Willy Wato Kolah  ini bermula dari penyelidikan  unit Reskrim Polres Flotim atas perkara pembobolan kedua brankas milik Dinkes Flotim pada bulan Pebruari 2017 silam. Dari penelusuran tersebut, penyidik menemukan ada unsur korupsi, lalu menggenjotnya hingga menetapkan mantan bendahara tersebut sebagai tersangka tunggal. (Emnir).

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment