Maling Kartu Kredit,  WN Algeria Divonis 11 Bulan Penjara

Denpasar/BaliNewsNetwork-Majelis Hakim PN Denpasar pimpinan Partha Bhargawa, Selasa (9/1/2017) menjatuhkan vonis 11 bulan penjara terhadap warga negara (WN) Algeria bernama Mohammed Kherici (32) yang terlibat kasus pencurian kartu kredit dan sejumlah uang.

Putusan 11 bulan penjara ini lebih ringan 7 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 18 bulan.

Majelis hakim dalam amar putusnya menyatakan sependapat dengan jaksa yang menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 11 bulan, “tegas hakim dalam amar putusanya. Mendengar putusan itu baik jaksa maupun terdakwa sama sama menyatakan menerima.

Sebagaimana uraian jaksa dalam persidangan, dijelaskan, awal mula hingga terungkapnya kasus pencurian pemberatan yang dilakukan terdakwa terjadi, pada Rabu (23/8) tahun lalu. Bertempat di kamar 16 Hotel Tanjung Sari, Sanur.

Saat itu, terdakwa dengan cara menyusup kemudian terdakwa menempelkan kartu Resart Word Genting atas nama Mr. Hamzie Zineddine dan selanjutnya mengambil barang-barang milik Mohammed Ghaddar yang kebetulan menginap di kamar 16.

Kemudian setelah berhasil masuk, di dalam kamar terdakwa berhasil mengambil dua kartu kredit yakni Master Card Audi Bank Lebanon atas nama korban dan Visa Card Blom Bank, juga atas nama korban, uang 300 dollar USD, uang Rp 3 juta dan uang 5 Lira Turki dan kemudian pergi.

Singkat cerita, atas kejadian itu, korban kemudian melaporkan kasus pencurian itu ke pihak hotel dan diteruskan ke pihak kepolisian. Sedangkan terdakwa yang tidak tahu bahwa tindakannya dilaporkan ke polisi, usai mengambil barang terdakwa mencoba membelanjakan di Gramedia Duta Plaza.

Namun saat dibelanjakan dan saat hendak membayar ke kasir, pihak kasir tidak dapat menerima transaksi alias didecline alias gagal.

Selanjutnya pihak korban dibantu dengan petugas hotel kemudian menanyakan ke pihak Gramedia Duta Plaza via ponsel apakah ada yang menggunakan master cardnya. Dan ternyata si pelaku atau terdakwa terekam CCTV dan akhirnya terdakwa ditangkap dan diadili.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment