Dituntut 4,5 tahun, Mantan Kepala Cabang PT. Pola Labindo Bali Menangis

Terdakwa Rizky Trisnayadi (kanan)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria 45 tahun bernama Rizky Trisnayadi yang tinggal di Perum Darmasabha Permai V Blok B-26 menangis saat dituntut hukuman penjara selama 4 tahun dan 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja, Selasa (9/1).

Dihadapan majelis hakim pimpinan Agus Waludjo, jaksa dari Kejari Denpasar itu menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam pekerjaan/jabatan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP. “Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan,”sebut jaksa Putu Oka.

Mendengar tuntutan yang lumayan tinggi itu, terdakwa yang didampingi pengacara Jansen Purba langsung menangis dan menyatakan mengajukan pembelaan.

Sementara itu, terdakwa yang merupakan Kepala Cabang PT. Pola Lubindo Bali diadili karena diduga menggelapkan uang hasil penjualan oli mek lucas.

Kasusnya terjadi saat terdakwa memberikan dana sponsor dalam kegiatan off road beberapa waktu di Bali. “Dalam memberikan dana sponsor ini terdakwa tidak pernah berkomunikasi dengan kantor pusat,”sebut jaksa Kejari Denpasar itu.

Kontor pusat di Jakarta yang sudah mulai curiga dengan aktivitas terdakwa lalu melakukan audit terhadap keuangan PT. Pola Labindo Cabang Bali yang dipimpin terdakwa. “Hasil audit yang dilakukan ditemukan adanya kerugian senilai Rp 484.812.883, ” terang jaksa Putu Oka.

Akibat kerugian tersebut, Muhammad Kurniawan selaku Legal Konsultan PT. Pola Labindo pusat melakukan mediasi. “Namun terdakwa hanya mau membayar Rp 30 juta dari total kerugian yang ditimbulkan,” kata jaksa.

Terdakwa ngotot mengatakan tidak ada tunggakan hutang atau tidak ada lagi kerugian sehingga terdakwa tidak mau membayar sisah kerugian tersebut. Karena ngotot, akhirnya korban melaporkanya ke polisi. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment