Terbukti Jadi Kurir Ekstasi,  Sukron Wardana Divonis 12 Tahun Penjara

Sukron Wardana sedang berkonsultasi dengan pengacaranya setelah divonis 12 tahun penjara (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kurir 9.675 butir pil ekstasi, Sukron Wardana benar-benar bernasib mujur. Bagaimana tidak, dalam sidang, Senin (8/1) dia oleh majelis hakim pimpinan I Ketut Suarta hanya divonis 12 tahun penjara.

Padahal sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ketut Sujaya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun.”Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun,”tegas Hakim Suarta.

Selain menghukum penjara, majelis hakim juga mengganjar terdakwa asal Banyuwangi ini dengan pidana denda sebesar Rp 2 miliar.”Apa bila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 bulan,”imbuh mejelis hakim.

Majelis dalam amar putusnya menyatakan sependapat dengan JPU Ketut Sujaya yang menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai kurir Narkotika.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Atas putusan itu, baik terdakwa maupun jaksa sama-sama menyatakan menerima.”Kami menerima putusan ini yang mulai,”ujar JPU Ketut Sujata.

Sebelumnya, rekan terdakwa Sukron yaitu Stiefani Anindya Hadi (terdakwa dalam berkas terpisah) juga divonis 12 tahun penjara. Wanita asal Banyuwangi ini juga dinyatakan terbukti secara tanpa hak melanggar hukum menjadi kurir Narkotika.

Seperti diketahui, kasus ini bergulir ke meja hijau, berawal dari perkenalan Sukrom Dengan seorang pria bernama Imam atau Kate (DPO) oleh Joni via telepon sekitar Maret 2017 lalu. Melalui percakapan telepon Kate meminta Sukron untuk menjadi kurir dan kemudian langsung disetujuinya.

Trdakwa kemudian dihubungi kembali oleh Kate untuk bersiap-siap mengambil barang (Narkotika) yang maksudnya sudah diketahui oleh terdakwa. Berselang antara 2-3 jam kemudian, terdakwa kembali dihubungi Kate melalui ponsel diminta untuk menuju Hotel Zia di kawasan Seminyak, Badung.

Di hotel tersebut terdakwa sudah ditunggu oleh Stiefani. Singkat cerita terdakwa bertemu dengan Stiefani dan saat itu pula Kate menguhubunginya. Setelah itu, terdakwa menerima tas punggung warna hitam yang berisi narkotika dari Stiefani, terdakwa meninggalkan hotel.

Dalam perjalanan, terdakwa kembali dihubungi oleh Kate dan diminta untuk menempel barang yang terbungkus tas keresek ukuran besar di jalan Marlboro Denpasar.

Lalu pada hari Kamis (8/6) sekitar pukul 12.00 terdakwa kembali dihubungi oleh Kate melalui aplikasi whatsapp yang intinya terdakwa diminta bersiap-siap mengambil barang dan terdakwa menunggu kabar selanjutnya.

Kemudian sekitar pukul 16.00 terdakwa kembali dihubungi oleh Kate dan di beritahu bahwa orang yang membawa barang narkotika sudah datang dan terdakwa ditunggu di Hotel Fame, Legian.

Sesampai di Hotel terdakwa kembali bertemu dengan Stiefani. Saat menerima barang dari Steifani terdakwa langsung ditangkap oleh petugas BNNP Bali.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment