Mutasi Perdana di Flotim, Satu Staf Ahli Geser Pimpin OPD – Melanggar Sumpah, Bupati Siapkan Tempat Khusus

Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST menyalami ke-4 pejabat eselon II B usai melantik mereka, Jumat (5/1). BNN/Eman Niron

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST memimpin langsung upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Jumat (5/1). Mutasi perdana di masa kepemimpinan Bupati Anton Hadjon dan Wabup Agus Payong Boli tersebut justru membawa perubahan bagi ruangan staf ahli. Satu dari tiga pejabat eselon II B yang selama ini menghuni ruangan staf ahli, dipercayakan untuk memimpin OPD. Sementara satu pimpinan OPD mengalami rotasi ke ruangan staf ahli.Tak tanggung, bagi mereka yang melanggar sumpah jabatan, Bupati Anton Hadjon bahkan menyiapkan tempat khusus.

Dikukuhkan dengan Keputusan Bupati Flores Timur Nomor BKPP.821.12/63 .G/01/PKM/2018 tertangga 4 Januari 2018, Donatus Kopong Weran, SH yang selama ini menjabat sebagai staf ahli bidang Pembangunan dilantik dan diambil sumpahnya menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja menggantikan kedudukan Agustinus Sabon Ola, S.Sos., M.AP.

Sementara itu Agustinus Ola Sabon masuk kamar staf ahli menggantikan posisi yang ditinggalkan Donatus Kopong Weran. Pergantian tempat pun terjadi bagi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Flotim Petrus Pemang Liku, S.Sos,MT dan Sekertaris DPRD Flotim Dominikus Demon, SH. Pemang Liku mendapat tugas baru sebagai Sekertaris DPRD dan Dominikus Demon sebagai Asisten II Setda Flotim.

Dalam sambutannya di acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Agustinus Payong Boli, SH, Ketua DPRD Yosep Sani Bethan, ST, Sekda Anton Tonce Matutina dan seluruh anggota Forkompinda serta pimpinan OPD tersebut, Bupati Anton Hadjon memberikan apresiasi kepada ke-4 pejabat eselon II B yang dilantik tersebut atas pengabdian serta atas kehadiran mereka dalam menjalankan Keputusan Bupati itu.

“Terima kasih atas segala pengabdian selama ini. Cara kita menerima setiap keputusan dan cara kita menerima tugas yang baru adalah gambaran pribadi atas tugas kita sebagai ASN. Mutasi dan rotasi bagi ASN adalah hal yang biasa dan pasti terjadi bagi ASN. Seorang ASN harus tau dan selalu siap, kapan saja dia dimutasikan. Namun cara masing-masing ASN untuk menerima dan melaksanakan tugas yang diberikan adalah gambaran pribadi setiap ASN. Saya harus mengucapkan terima kasih kepada ke-4 pejabat eselon II B yang hari ini dilantik karena menerima keputusan ini yang dibuktikan dengan kehadiran mereka dalam acara ini. Apapun jabatan, mereka terima,” puji Bupati Anton Hadjon sembari menambahkan apa yang telah diperlihatkan Pemang Liku, Domi Demon, Agus Ola Sabon dan Donatus Werang hendaklah menjadi contoh yang harus diteladani segenap ASN di Flores Timur.

Bupati Anton Hadjon berulang kali menegaskan tidak ada istilah lahan basah dan lahan kering dalam jabatan eselon II B. Semua Semua tempat pada eselon II B adalah sama. Intinya menjalankan tugas dan kepercayaan yang telah diberikan untuk membangun daerah ini. Dan bagi yang melanggar sumpah jabatan, Bupati Anton Hadjon menegaskan akan selalu menyiapkan sebuah tempat khusus.Di manakah tempat itu? Bupati Anton Hadjon tidak mengungkapkan. Walau demikian, sebanyak tiga kali, dirinya mengulangi penegasannya itu. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment