Sidang Willy Akasaka-Dikonfrontir, Saksi Polisi Bantah Gunakan Kekerasan Saat Penangkapan

Abdul Rahman Willy alias Willy bin Leng Kong (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Selain menyidangkan Iskandar Halim, Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (4/1) juga menyidangkan konsultan marketing Akasaka, Abdul Rahman Willy alias Willy bin Leng Kong yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemufakatan jahat jual-beli 19 ribu pil ekstasi.

Dalam sidang pimpinan Hakim Made Pasek ini masuk pada agenda konfrontir. Ada dua orang terdakwa dalam kasus yang sama dijadikan saksi untuk dikonfrontir dengan saksi Polisi yang melakukan penangkapan.

Mereka adalah Iskandar Halim dan Budi Liman Santoso. Sedangkan saksi Polisi yang dihadirkan Jaksa Penunut Umum (JPU) Nyoman Bela adalah Bayu Sasangko dan Haris.

Para saksi ini diperiksa bersamaan. Pertama Hakim Made Pasek bertanya kapada saksi Polisi apakah benar terdakwa saksi Iskandar Halim dan Saksi Budi Liman dipaksa atau digiring untuk membawa 19 ribu pil ekstasi yang menjadi barang bukti kepada terdakwa Willy.

“Kami tidak pernah memaksa yang mulia, bahakan kami sempat bercanda dengan Iskandar Halim,”jawab saksi Bayu di muka sidang.”Apakah ada yang monodongkan pistol?,”tanya Hakim yang dijawab saksi tidak ada.

Namun, Iskandar Halim kembali menegaskan bahwa saat penangkapan ada yang medongkan pistol kepadanya.”Yang menodongkan bukan kedua saksi ini (Bayu dan Haris). Saat penodongan kedua saksi tidak ada,”sebut Iskandar yang juga diiyakan oleh terdakwa Budi Liman.

Namun saksi Banyu tetap ngotot bahwa tidak ada kekerasan apalagi sampai penodongan. “Saya selalu bersama dengan para terdakwa ini, jadi saya tahu persia kalau saat penangkapan tidak ada kekerasan apalagi sampai penodongan, “ungkap Bayu.

Pengacara Willy, Robert Khuana lalu menanyakan proses saat penangkapan Willy di Aksaka. Robert menanyakan, saat hendak menangkap Willy, siapa yang membawa barang bukti 19 ribu pil ekstasi.

“Saat turun dari taksi, saya yang membawa barangnya, tapi saat mau masuk ke room 26, barang saya serahkan kepada Budi Liman,”jawab Bayu.

Tapi baik Iskandar Halim maupun Budi Liman mengatakan tetap pada keterangan yang disampaikan dimuka sidang.”Kalau memang membantah isi BAP, kenapa saat itu ditandatangani,”tanya Hakim Made Pasek.

“Biar cepat makanya saya tanda tangani, saya sudah diperiksa selama tiga hari,”jawab Iskandar Halim yang juga diiyakan oleh Budi Liman.

Saksi Bayu sepertinya ingin menyakinkan majelis hakim bahwa tidak ada tindakan kekerasan seperti yang disampaikan Iskandar Halim maupun Budi Liman saat penangkapan.

Untuk Itu, Bayu ingin memperlihatakan sekaligus menyerahkan bukti rekaman saat penangkapan kepada majelis hakim.

Tapi karena rekaman itu bukan merupakan salah satu bukti yang ada di BAP, maka majelis meminta kepada saksi untuk berkordinasi dulu dengan jaksa.”Karena tidak ada dalam BAP, maka silahkan berkodinasi dengan jaksa dulu,”jawab Hakim Made Pasek.

Sementara terdakwa Willy yang dimintai pendapat soal keterangan para saksi menjawab tidak tahu.”Saya tidak tahu, yang saya percayai hanya pengakuan Budi Liman,”tandasnya.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment