Olesi Belsem Dikemaluan Bocah, Om Pepen Terancam 15 Tahun Penjara

Ilustrasi (bnn/net)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Perbuatan laki-laki yang akrab disapa Om Pepen ini benar-benar bejad. Bagaimana tidak, hanya untuk mendiamkan korban sebut saja bernama Mawar (4) yang menangis, dia tega mengoleskan balsem di mulut dan kemaluanya.

Parahnya lagi, dari hasil visum yang dilakukan dokter RSUP Sanglah ditemukan adanya luka memar akibat kekerasan tumpul. Tak hanya itu, sebagaimana dalam dalwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Lu Oka Adikarini, hasil visum juga ditemukan adanya robekan baru pada selapur darah dan luka robek.

Akibat perbuatanya itu, Om Pepen pun diadili. Dan pada sidang di PN Denpasar, Kamis (28/12/2017) terdakwa mengakui semua perbuatanya.”Terdakwa mengakui semua perbuatanya dengan terus terang,”sebut kuasa hukum terdakwa, Ida Ayu Sayang Sukmasari yang ditemui usai sidang.

Dikatakan pula, saat diperiksa sebagai terdakwa, terdakwa mengatakan ada beberapa pernyataanya yang salah diketik oleh penyidik. Atas hal itu, majelis hakim PN Denpasar meminta kepada JPU untuk menghadirkan saksi penyidik (verbalisan).

“Kata terdakwa usai diperiksa penyidik sempat mengatakan itu salah, tapi oleh penyidik katanya biar saja, sehingga hakim minta jaksa untuk menghadirkan penyidik,”tandas Ayung Sayang.

Sementara itu, dalam dakwaan JPU disebut, perbuatan terdakwa dilakukan pada tanggal 9 Agustus 2017 silam Jln. Gunung Guntur, Denpasar. Diketahui antara terdakwa dan orang tua korban tinggal dilingkan atau kost yang sama.

Selama ibu korban bekerja korban selalu tinggal di kamar terdakwa. Nah, pada tanggal 9 Agustus 2017, orang tua korban sekitar pukul 20.00 Wita berengkat kerja dan menitipkan korban kepada terdakwa.

Sekitar pukul 03.00 dini hari, korban terbangun dan menangis. Terdakwa lalu meminta korban untuk diam. Namum korban tidak juga diam. Terdakwa yang mungkin mulai kesal, lalu mengoleskan balsem di mulut dan kemaluan korban.

Keesokan harinya, ibu korban yang sudah pulang kerja mencium aroma balsem pada mulut dan kemaluan korban. Orang tua korban lalu menanyakan hal itu kepada korban yang dijawab mulut dan kemaluan korban diolesi balsem oleh terdakwa.

Orang tua korban baru melaporkan terdakwa setelah melihat darah saat korban buang air kecil. Akibat perbuatanya, terdakwa oleh JPU dijerat dengan Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2014 tentang UU Perlindungan Anak pada dakwaan pertama.

Dan Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2014 Undang-Undan yang sama pada dakwaan kedua dengan ancaman hukuman minamal lima tahun penjara. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment