Mencengangkan! 38 Kades dan 29 Kasek di Flotim Terindikasi Kasus Korupsi

Tiga kepala desa di Kecamatan Keluba Golit yang dilantik.

Adonara/BaliNewsNetwork.com-Mencengangkan! Itulah sebuah kata yang pas untuk menggambarkan perilaku sebagian kepala desa dan sebagian kepala sekolah di Kabupaten Flores Timur dalm hal pengelolaan keluangan.

Berdasarkan data dari Cabang Kejaksaan Negeri Larantuka di Waiwerang,  sekitar 38 kepala desa (Kades) di Kabupaten Flores Timur terindikasi kasus korupsi dana desa dan 29 kepala sekola (Kasek) di Kabupaten Flores Timur terindikasi kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal itu disampaikan Camat Keluba Golit Lambertus Ulin Tokan dalam sambutannya mewakili Bupati Flores Timur ketika melantik tiga kepala desa di wilayahnya di aula kantor Camat Keluba Golit, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Kamis (28/12/2017).

“Saya berharap,  dari 38 kepala desa dan  29 kepala sekolah se-Kabupaten Flores Timur itu, satu atau dua kepala desa atau kepala sekolah di antaranya mudah-mudahan tidak berasal dari kecamatan kita tercinta, yakni Kelubagolit,” kata Camat Keluba Golit Lambertus Ulin Tokan.

Ketiga kepala desa yang dilantik itu yakni Kornelis Suban Ratu sebagai Kepala Desa Sukutokan, Arnoldus Ara Tadon sebagai Kepala Desa Adobala dan Arafat Eko Buan sebagai Kepala Desa Manga Aleng.

Ketiga desa ini sebelumnya tidak memiliki kepala desa definitif karena beberapa kali mengalami gagal proses penjaringan bakal calon kepala desa.

Kepada ketiga kepala desa yang dilantik dan Sembilan kepala desa lainnya di Kecamatan Kelubagolit, Lambert Ulin Tokan berpesan agar menggunakan  fungsi kepala untuk kebaikan bersama.

“Pergunakan semua indera yang ada di kepala itu untuk kebaikan dan perubahan dalam misi taan gelekat lewo, gewayan tana. Jadilah pemimpin yang mampu merangkul semua lapisan masyarakat demi terwujudnya persatuan dan keutuhan dalam desa.  Berikan pelayanan yang prima untuk semua masyarakat di tingkat desa, lupakan perbedaan dan dinamika selama proses pemilihan kemarin. Soal kalah dan menang dalam pemilihan adalah hasil akhir dari sebuah proses demokrasi yang sehat dan itu sepatutnya mendewasakan kita. Dan terpenting adalah tanamkan nilai taan onet tou kirin ehan, taan soga lewo naran,” harap Camat Lambertus Ulin Tokan.

Pada bagian lain sambutannya, Camat Keluba Golit ini mengingatkan ketiga kepala desa yang baru dilantik untuk tetap memelihara keharmonisan dalam desanya masing-masing.

“Jangan memelihara konflik tapi jadilah pemberi solusi dan menjadi penyelesai konflik di tingkat desa demi keharmonisan dan kemajuan bersama,” pungkasnya.

Hadir dalam acara ini, para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dari ketiga desa tersebut serta sembilan kepala desa lainnya. (nikotokan)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment