Gagal Perkosa Bule Taiwan, ASH Malah Diadili

Ilustrasi (bnn/net)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Seorang pria berinisial ASH yang bekerja di salah satu tempat hiburan malam di Legian, Kuta hanya bisa tertunduk malu saat didudukan di kursi pesakitan PN Denpasar, belum lama ini.

ASH diadili karena mencoba memperkosa Bule Taiwan berinisial YK. Akibat perbuatannya ASH terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Chalie Yustus Usfunan, kuasa hukum terdakwa mengatakan, sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan di hadapan majelis hakim pimpinan Estar Oktavi menyebut, perbuatan terdakwa dilakukan di salah satu penginapan di Jln. Imam Bonjol.

“Kejadinya tanggal 1 Oktober 20017,”kata Charlie, Rabu (20/12) kemarin.

Dijelaskannya, kejadianya ini berawal saat korban bersama temanya mendatangi salah satu tempat hiburan malam di Legian dan minum minuman keras hingga mabuk dan tak sadarkan diri.

“Terdakwa kebetulan kerja ditempat hiburan yang dikunjungi korban bersama temanya,”ungkap Charlie.

Nah, melihat korban teler dan mabuk berat, terdakwa mendekati korban dan mengajak berkenalan.

Charlie mengatakan, tidak lama kemudian terdakwa membawa korban pergi dari tempat hiburan tersebut dengan menaiki sepeda motor. “Sesuai dakwaan JPU, terdakwa membonceng korban di belakang dan diikat dengan jaket terdakwa,”ungkap pengacara muda asal NTT ini.

Terdakwa lalu membawa korban ke salah satu penginapan di Jalan Imam Bonjol. Sampai di penginapan korban belum juga sadar.”Korban masih mabuk dan terus muntah-muntah,”terangnya.

Masih menurut Charlie, saat di dalam kamar No. 4, terdakwa membuka baju dan BH milik korban.”Terdakwa lalu meraba kemaluan korban,”sebut Charlie.

Tapi, sebelum terdakwa melakukan perbuatan yang lebih jauh, korban terlebih dahulu sadar dan langsung berteriak minta tolong.

“Korban bersama beberapa orang saksi langsung melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib,”pungkas Charlie. Atas perbuatan itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 285 KUHP Jo Pasal 53 KUHP dalam dakwaan ke satu dan Pasal 290 KUHP dalam dakwaan kedua.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment