Tarian Gawi Au Panusa Malang Meriahkan Kola Komu Festival Fisipol Unmer

Anggota Panusa Malang menarikan tarian gawi au. BNN/IST.

Malang/BaliNewsNetwork-Paguyuban Nusa Tadon Adonara (Panusa) Malang ikut meramaikan  Kola Komu Festival dengan mementaskan tarian gawi au. Kola Komu merupakan festival budaya yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Progam Studi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Merdeka (Unmer) Malang pada  17 Desember 2017 di Balai Merdeka Unmer Malang.

Koordinator  Bidang Seni dan Kebudayaan  Panusa, Malang, periode 2017/2018 Teofilus Bahi dalam rilisnya yang diterima Bali News Network.com malam ini menjelaskan,  kegiatan Kola Komu Festival ini merupakan kesempatan besar bagi Sanggar Tari Panusa Malang untuk menampilkan tarian-tarian  khas Adonara.

“Aku sangat berterima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah memberikan kesempatan kepada Panusa Malang  untuk memperkenalkan budaya Adonara dalam kegiatan ini,” kata Teofilus yang akrab dipanggil Ama Lodo ini.

Anggota Panusa Malang usai pentas tari gawi au.

Dia menjelaskan, untuk melatih tarian gawi au ini, pihaknya tidak mengalami kesulitan karena seorang anggota Panusa Malang yang juga mahasiswi Universitas Kanjuruhan Malang, Yuliana Lama Witak piawai menari gawi au.

“Yuliana Lama Witak atau lebih akrab disapa An Witak kami daulat sebagai pelatih tarian gawi au,” kata Ama Lodo.

Menurut An Witak  tarian gawi au memberikan banyak pelajaran bagi putra putri Adonara, di antaranya adalah kekompakan dan perjuangan bersama dan belajar keluar dari sebuah masalah.

“Tarian gawi au bukan sekedar tarian namun ini juga sebuah perjuangan dimana seorang penari harus melewati bambu-bambu yang di bilah-bilah hinggah menghasilkan suara-suara khas tarian gawi au sebagai semangat perjuangan.  Dan tarian ini juga mengajarkan kepada kita putra putri  Adonara untuk keluar dari masalah yang sedang dihadapi tanpa ada yang tersakiti,” jelas An Witak.

Ketua Panusa  Malang Adrianus Ratulaga menambahkan, Kola Komu Festival ini sebagai salah satu ajang  putra-putri Adonara dibawah naungan Panusa Malang untuk memperkenalkan seni dan budya Adonara.

‘Kami selalu siap untuk tampil di mana saja jika diundang, semata-mata untuk memperkenalkan Adonara dan seni budanya,” pungkas Ketua Panusa Malang Adrianus Ratulaga yang baru dilantik pada 11 Nopember 2017 ini. (rsn)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment