Apes, Niat Mindahin Tempelan Sabu, Dituntut Hukuman 8 Tahun Penjara

Ilustrasi (bnn/net)

Denpasar/BaliNewsNetwork– Dua terdakwa yang terjerat kasus Narkotika masing-masing Rois Purwo Negoro dan Kadek Raditya Pradana Anugrah, Rabu (6/12) dituntut 8 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuli Peladiayanti.

Dihadapan majelis hakim pimpinan Novita Riama, Jaksa yang akrab disapa Yuli itu dalam surat tuntutannya menyatakan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak membawa narkotika golongan I.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 115 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.”Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun,”sebut jaksa dalam surat tuntutannya.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi pengacara Benny Hariyono menyatakan mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.”Kami mengajukan pembelaan,”kata Benny di muka sidang.

Dalam surat tuntutan, juga dibeberkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Diantaranya kedua terdakwa, Rois Purwo (terdakwa I) dan Kadek Raditya Pradana (terdakwa II) ditangkap pada tanggal 11 Juli 2017 di Jln. Bedahulu IV sekitar pukul 22.15 Wita.

Sebelum kedua terdakwa ditangkap, terdakwa I terlebih dahulu memesan sabu kepada seseorang bernama Agung (DPO) seberat 0,2 gram dengan harga Rp 350 ribu.

Namun terdakwa I mengatakan kepada Agung bahwa uangnya kurang. Agung menjawab tidak apa-apa.”Lalu Agung meminta terdakwa I untuk mentransfer uang pembelian sabu ke seseorang,”sebut JPU dalam surat tuntutannya.

Setelah uang di transfer, terdakwa I datang ke rumah terdakwa II dan mengatakan akan mengambil sabu di jalan Sunset Road, dan terdakwa II bersedia untuk ikut menemani.

Singkat cerita kedua terdakwa berhasil mengambil sabu dan menggunakan bersama-sama.

Tapi pada hari yang sama, sekitar pukul 21.15, Agung menghubungi terdakwa I dan meminta tolong untuk memindahkan paket sabu yang ditempel di daerah Bedahulu ke daerah yang sama tapi ditempat yang lebih aman.

Karena terdakwa merasa memiliki hutang budi dengan Agung, terdakwa mengiyakan permintaan Agung tersebut. Tanpa pikir panjang, kedua terdakwa langsung menuju tempat yang dimaksud oleh Agung.

Singkat cerita terdakwa II menemukan barang yang dimaksud oleh Agung. Tapi apes, saat itu pula terdakwa langsung diamankan oleh petugas kepolisian yang sebelumnya memang sedang melakukan penyelidikan di sekitar Jln. Bedahulu.

Dari tangan kedua terdakwa polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 4,42 gram. Keduanya terdakwa pun saat itu langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment