Jadikan Hutan  Boru Kedang  Surganya Wulanggitang – KPH Flotim Desain Pariwisata Hutan

Air terjunWairPoardi di Desa Boru Kegang, Wulanggitan, Flores Timur. BNN/Eman Niron

Wulanggitang/BaliNewsNetwork.com-UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)  wilayah Flores Timur berkomitmen untuk menjadikan Desa Boru Kedang sebagai surganya  Kecamatan Wulanggitang  melalui konsep pengembangan Hutan Kemasyarakatan menjadi kawasan pariwisata.

Di atas areal HKM yang telah mendapat Ijin Usaha Pemanfaatan (IUP) di tahun 2011 tersebut, Servulus Satel Demoor, S.Hut ,Kepala UPT KPH Wilayah Flotim yang sedang bergelut dengan proyek perubahan  sebagai aplikasi dari PIM III yang diikutinya lalu membangun sinergisitas dengan pihak perkebunan   dan Dinas Pariwisata  dalam diskusi bersama dengan warga Desa Boru Kedang, Selasa (5/12).

Diskusi bertajuk penataan areal bekerja hutan kemasyarakatan di Desa Boru Kedang  dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat  tersebut dibuka oleh  Sekertaris Camat Adrianus Anselmus  mewakili Camat Wulanggitang  Yunibaldus Redo Pajo  dan dipandu langsung oleh Servulus Satel Demoor.

Adrianus Anselmus dalam sambutannya  menilai konsep UPT KPH Flotim ini sebagai berkat  bagi warga Boru Kedang dan Wulanggitang pada umumnya. Boru Kedang dalam pengamatan Pemerintah Kecamatan Wulanggitang  merupakan desa yang sangat kreatif dan berinovasi  yang secara langsung mengharumkan Kecamatan Wulanggitang.

Senada dengan Sekcam Anselmus, Kepala Desa Boru Kedang  Darius Don Boruk  dalam sambutannya menyatakan pihaknya bersama warga Desa Boru kedang sangat terbuka  menerima konsep, gagasan serta desain dari pihak mana saja untuk memajukan pariwisata di desanya.

Dari kiri: Adrianus Anselmus, Servulus  Demoor dan Don Boruk

Terkait konsep yang digagas KPH Wilayah Flotim itu, Don Boruk  tak henti-hentinya memberikan apresiasi  kepada Servulus dan timnnya karena sejalan dengan mimpi besarnya. Gayung pun tersambut, mimpi besarnya  untuk menjadikan Boru Kedang sebagai  desa pariwisata agro yang mulai dicicilnya dalam APBDes Tahun Anggaran 2018 ternyata sejalan dengan sentuhan  desain UPT KPH Flotim ini.

Walau demikian, bagi Kades yang terkenal vokal itu mengharapkan agar desain menjadikan HKM Boru Kedang  sebagai surganya Wulanggitang  dari aspek pariwisata harus diawali dengan pemantapan sistem dan pemantapan aplikasinya.

“Kami punya banyak spot menarik di sini. Ada lima air terjun selain Wair Poar yang telah dikenal kalangan luas. Semuanya itu memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Ada juga nuba nara dan rumah adat. Baik air terjun, nuba nara dan rumah adat itu semuanya berada dalam kawasan hutan kemasyarakatan. Kami telah mengganggarkan sejumlah dana di APBDes 2018 untuk pembebasan lahan  yang akan diperuntukkan bagi pembuatan embung  sebagai tempat memelihara ikan. Konsepnya untuk pariwisata mancing. Ternyata konsep kami ini sinkron dengan konsep yang digagas oleh KPH  yang menyertakan  sinergisitas antara Perkebunan dan Dinas Pariwisata,” ungkap Don Boruk bersemangat.

Berpijak pada kenyataan belum optimalnya pengelolaan  hutan kemasyarakatan seluas 214 Ha tersebut, Servulus Satel Demoor  lantas menelorkan konsep pengelolaan dalam skema kemitraan kehutanan dengan titik fokus pada pengelolaan spot-spot bernilai pariwisata yang terdapat dalam hutan kawasan kemasayaratan itu.

“Tim kami telah menelusuri isi dalam HKM ini dan menemukan ada banyak spot menarik, seperti air terjun Wair Poar dan spot-spot lainnya. Nah, spot inilah yang akan kita kembangkan menjadi destinasi pariwisata Boru Kedang. Saya sendiri telah membangun komunikasi dengan pihak Perkebunan dan Dinas Pariwisata serta pemangku kebijakan di daerah ini untuk mengembangkan pariwisata dalam hutan kawasan kemasyarakatan di Boru Kedang ini. Mari kita bersama-sama optimalkan potensi yang ada di dalam HKM  ini untuk kesejahteraan warga Desa Boru Kedang. Hutan lestari, masyarakat sejahtera,” tandas Servulus Demoor yang diikuti tepukan tangan warga.

Angin segar dan berkat yang ditawarkan Servulus Demoor serta pihak Perkebunan dan Pariwisata yang hadir dalam diskusi bersama warga pimpinan Don Boruk itu disambut dengan riang warga Boru Kedang. Tak lama menunggu, action lapangan pun langsung ditancapkan tim Servulus dan warga desa. Dalam waktu dekat bersama KPH Flotim, warga Boru Kedang masuk hutan dan melakukan pemetaan areal pengelolaan tersebut. Sedangkan di lini pemerintah desa, Kades Don Boruk akan menyatukan  konsep menjadikan  hutan Boru Kedang sebagai surganya Wulanggitang dalam konsep pariwisata  itu dalam lokakarya yang oleh Don Boruk akan digelar dalam waktu yang tidak lama pasca diskusi ini. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment