Kasus Pemalsuan Tanda Tangan-Divonis Bebas, Jaksa Langsung Kasasi

R. Gerard Aria Warmadewa saat diadili di PN Denpasar. (bnn/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Putusan bebas majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bali pimpinan Made Sujana terhadap R. Gerard Aria Warmadewa yang terjerat kasus pemalsuan, mendapat perlawanan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suhadi.

Suhadi yang ditemui di PN Denpasar belum lama ini mengatakan, pihaknya tidak sependapat dengan vonis hakim.

Karena itu, dia pun menyatakan mengajukan kasasi.

“Kami mengajukan kasasi,” tegas jaksa dari Kejati Bali itu.

Soal alasan mengajukan kasasi, Suhadi mengatakan tidak sependapat dengan salah satu pertimbangan hakim yang menyebut tidak ada saksi saat dilakukan penandatanganan terhadap kwitansi yang diduga dipalsukan itu.

Terkait tidak adanya saksi saat penandatanganan kwitansi tersebut, memang diakui Suhadi. Tapi hal itu seharusnya dapat dikesampingkan karena adanya hasil Labfor (laboratorium Forensik) tekait tanda tangan tersebut.

“Hasil labfor sudah menyatakan tanda tangan yang ada dalam kwitansi tersebut tidak indentik dengan tanda tangan korban. Jadi menurut kami, dengan adanya hasil labfor ini, tidak perlu lagi adanya saksi yang melihat,” tegasnya.

Namun, kata Suhadi, ternyata majelis hakim PT Bali berpendapat lain.

“Karena perbedaan inilah kami akhirnya mengajukan kasasi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, R. Gerard Aria Warmadewa yang divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar akhirnya divonis bebas pada persidangan tingkat banding di PT Bali.

Majelis hakim PT Bali pimpinan Made Sujana menyatakan R. Gerard Aria Warmadewa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana tertuang dalam dakwaan jaksa. Oleh karena itu, majelis hakim memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

BERITA TERKAIT 

Tak Terbukti Palsukan Dokumen, Majelis Hakim PT. Bali Bebaskan Gerard

Suami Divonis Dua Tahun, Istri Langsung Pingsan

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment