Kantongi Sabu dan Ekstasi, Rikardo Terancam 12 Tahun Penjara

Ilustrasi (bnn/net)

Denpasar/BBaliNewsNetwork-Pria kelahiran Jakarta 40 tahun lalu bernama Rikardo Jaupar Sihotang diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (29/11) untuk diadili.

Sebab, pria yang tinggal di Jln. Kubu Anyar No. 18 B kamar kost No. 3 ini kedapatan ngantongi 2 paket sabu dan 4 butir pil ekstasi.

Akibat perbuatanya tersebut, terdakwa yang didampingi pengacara Benny Hariyono itu terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sidang kemarin masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Putu Ari Suparmi.

Dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day terungkap, terdakwa ditangkap Polisi pada hari Selasa, 12 September 2017 silam di kamar kostnya.

Dalam dakwaan dipaparkan pula, penangkapan terdakwa berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut bahwa terdakwa memiliki Narkotika.

Setelah dilakukan peyelidikan, Polisi akhirnya menangkap terdakwa.

Dari tangan terdakwa polisi berhasil mengamakan 2 paket Narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing 0,61 dan 0,97 gram serta 4 butir pil ekstasi.

Polisi juga mengamankan sebuah handphone. Dimana handphone terbut digunakan oleh terdakwa menghubungi Juan (belum tertangkap) untuk memesan shabu dan ekstasi tersebut.

“Terdakwa membeli sabu dan ekstasi kepada Juan seharga Rp 7.250.000 yang rencananya akan dipakai sendiri,”sebut JPU dalam dakwaanya.

Atas pebuatanya itu, terdakwa oleh JPU dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman masimal 12 tahun penjara.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment