Dianggap Menistakan Agama Lain,  Donal Dituntut Tiga Tahun Penjara

Donal Ignatius Soeyanto Baria (baju putih)  usai mendengarkan tuntutan jaksa (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Donal Ignatius Soeyanto Baria yang diadili karena diduga melakukan tindak pidana menyebar kebencian dengan tujuan untuk menimbulkan rasa permusuhan, Rabu (29/11/2017) dituntut hukuman 3 tahun penjara.

Tak hanya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Tangkas di hadapan majelis hakim pimpinan Agus Walujo juga mengganjar terdakwa dengan hukuman denda Rp 250 juta atua subsider 6 bulan kurungan.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang tidak didampingi pengacara itu langsung mengajukan pembelaan secara lisan.

Terdakwa di muka sidang mengaku bersalah, dan memohon maaf karena telah membuat resah orang banyak.

“Saya memohon kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman yang ringan,”ujar terdakwa di muka sidang.

Sementara Jaksa I Made Tangkas menyatakan tetap pada tuntutanya.

“Kami tetap pada tuntutan,” sebut jaksa dari Kejati Bali ini.

Sementara dalam amar tuntutanya, jaksa menyatakan terdakwa Donal Ignatius Soeyanto Baria alias Donald terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU ITE. Terdakwa sebagaimana dalam tuntutan jaksa bersalah karena tidak memiliki hak untuk mengomentari agama lain karena terdakwa tidak miliki kapasitas dan bukan pemeluk agama yang dikomentarinya.

Sebelum menjatuhkan tuntutan pidana, jaksa terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan bisa menimbulkan perpecahan antar umar bergama.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun,” tegas jaksa dalam surat tuntutanya.

Majelis hakim akhirnya memutuskan untuk menunda sidang pekan depan dengan agenda putusan.

“Sidang kita tunda minggu depan untuk membacakan putusan,” tegas hakim Agus Walujo sembari mengetukan palunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Donal Ignatius Soeyanto Baria alias Donald diadili di PN Denpasar karena mengunggah beberapa video di media sosial youtube yang bermuatan SARA.

Bahkan salah satu video yang diunggah terdakwa dengan judul “syahadat islam” ditonton lebih dari 17.000 orang.

Dalam dakwaan sebelumnya juga dipaparkan, beberapa video yang diunggah oleh terdakwa dibuat di villa Nomad di Jln. Yudistira II No. 6, Seminyak, Kuta.

Video tersebut berisikan pidato terdakwa yang berisikan dugaan penistaan terhadap ajaran lain. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment