Kuasa Hukum Yonda Bantah Klienya Lakukan Pungli

Iswahyudi Edy P (kanan)  dan I Ketut Rinata (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Penetapan tersangka tehadap I Made Wijaya alias Yonda atas kasus dugaan pungli (pungutan liar) terhadap pengusaha watersport di Tanjung Benoa oleh penyidik Polda Bali akhirnya ditanggapi oleh kuasa hukumnya.

Yonda, melalui kuasa hukumnya, Iswahyudi Edy P dan I Ketut Rinata, Minggu (19/11) membantah bila pungutan yang ditujukan kepada para pemilik watersport diebut liar.

Dikatakanya, sebelum adanya pungutan tersebut, sudah ada kesepakatan yang masuk dalam program gali potensi wisata bahari.

“Karena ada kesepakatan, jadi tidak benar kalau pungutan yang dilakukan adalah pungutan liar,”sebut Iswayudi Edy.

Dikatakan pula, sebelum kasus ini muncul dan menjadi besar di media, sudah dilakukan klarifikasi dan pelurusan oleh Prajuru Adat desa setempat.

Selain itu, pengacara yang akrab disapa Yudi itu juga membantah bila pungutan yang dilakukan tidak memilik dasar.

“Program gali potensi itu dasarnya mengacu pada UU 45 Pasal 18 B serta peraturan Kementerian Desa, Pembangunan Daeran Tertinggal dan Transmigrasi,”sebut Iswahyudi.

Selain itu, Iswahyudi juga membantah bila dana yang dihimpun itu ada yang mengalir ke kantong pribadi Yonda.

Dijelaskanya, dari Rp 10 ribu pungutan per setiap permainan, Rp 5 ribu kembali kepada pemilik watersport.

“Jadi Rp 10 ribu itu dibagi dua, setengah untuk desa dan setengahnya lagi kembali ke pemilik watersport,”ungkap Iswahyudi.

Dana Rp 5 ribu yang masuk ke Desa terbut, peruntukanya juga jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara disingung soal berapa dana yang terkumpul dari pungutan tersebut, Iswahyudi enggan untuk membahasnya.

“Kami tidak membahas soal berapa dana yang didapat, tapi kami membahas soal proses terjadinya pungutan Rp 10 ribu tersebut,”tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, I Made Wijaya alia Yonda yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penebasan pohon Mangrove dan dugaan reklamasi teselubung, kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar kepada pengusaha watersport di Desa Tanjung Benoa.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment