20 Mahasiswa Yale NUS Singapura Kunjungi STIKOM Bali

Dua puluh mahasiswa Yale NUS Singapura dan dosen pendampingnya Prof. Dr. Sarra Weiss  foto bersama Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, MA dan istri Dr. Ny. Swasthi Wijaya Bandem dan Wakil Ketua Yayasan WDS I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, B.Bus. BNN/IST

Denpasar/BaliNewsNetwork.com- Tak hanya anggota FFI Oregon, USA datang ke STIKOM Bali, para mahasiswa Singapura juga tertarik mengunjungi STIKOM Bali. Pertengan bulan lalu 20 mahasiswa dari Yale National University Singapore (Yale NUS)) datang di STIKOM  Bali. Mereka diterima oleh  Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, MA bersama istri Dr. Ny. Swasthi Wijaya Bandem dan Wakil Ketua Yayasan WDS I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, B.Bus.

Made Marlowe Bandem menjelaskan, kedatangan 20 mahasisw dari Yale NUS Singapura ini diantar langsung oleh dosennya Prof. Dr. Sarra Weiss. Tujuannya, dalam rangka work shop belajar tari Bali di STIKOM Bali.

Setelah itu mereka berkunjung group seni  Sanggar Makaradhwaja milik Prof. Bandem dan Dr. Swasthi Bandem di Desa Singapadu untuk melihat aktivitas seni budaya di sini dan mendengar penjelasan Prof. Bandem tentang Bali Cross Culture Programme (BCCP) STIKOM Bali.

BCCP STIKOM Bali adalah salah satu program unggulan STIKOM untuk menarik minat mahasiswa asing dari perguruan luar negeri datang belajar temtang IT dan seni budaya di STIKOM Bali.

“Melalui BCCP, para mahasiswa asing belajar ilmu IT di STIKOM Bali sambil belajar tentang  seni dan  budaya Bali serta pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat Bali,” terang Marloe-panggilan akrab I Made  Malowe Makaradhwaja Bandem.

Ke-20 mahasiswa Singapura tadi, lanjut Marlo, selain berkunjung ke STIKOM Bali dan Sanggar Makaradhwaja Singapadu, mereka juga mengunjung Desa Kamasasn (Klungkung) dan beberapa obyek wisata di Bali. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment