Sidang Kasus Jual Beli 19.000 Pil Ekstasi-JPU Sebut PN Denpasar Berwenang Mengadili Perkara Terdakwa Dedi Setiawan

Dedi Setiawan (bnn/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dedi Setiawan alias Cipeng bin Alex, satu dari empat terdakwa kasus petmufakatan jahat jual-beli 19.000 pil ekstasi yang melibatkan Konsultan Marketing Akasaka, Abdul Ramhan Willy, Senin (20/11) kembali menjalani persidangan.

Sidang masuk pada angenda jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi/kebaratan terdakwa.

Inti dari jawaban jaksa tesebut, memohon kepada majeis hakim untuk menolak semua eksepsi yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya, I Negah Jimat.

Jaksa menilai, eksepsi yang diajukan terdakwa tidak berdasar sehingga harus dikesampingkan.

Misalnya, keberatan yang menyatakan PN Denpasar tidak berwenang mengadili perkara Dedi Setiawan karena terdakwa bukan tingggal dan ditangkap di wilayah hukum PN Denpasar melainkan di wilayah hukum PN Banten.

Menurut JPU  dalam meneliti berkas perkara dan melanjutkan perkara hingga ke pengadilan sudah meneliti dengan cermat soal Locus Delicti (tempat kejadian perkara). Dengan demikian, bisa menentukan pengadilan mana yang berwenang menyidangkan perkara aquo.

Dalam perkara atas nama Dedi Setiawan, berdasarkan hasil penyidikan yang dituangkan dalam berkas perkara dapat dilihat tindak pidana yang disangkakan terhadap terdakwa. Dimana dalam perkara Dedi Setiawan bukan merupakan tindak pidana tunggal, namun terkait dengan tindak pidana lain.

Selain itu, kata Jaksa Oka Ariani Adikarini dalam jawabanya menyebut, perkara atas nama terdakwa, tidak berdiri sendiri namun berkaitan dengan perkara lain (dalam berkas perkara terpisah). Yaitu atas nama, Iskandar Halim, Budi Liman dan Abdul Rahman Willy. Dimana ketiga terdakwa yang masih berkaitan dengan terdakwa Dedi Setiawan disidangkan di PN Denpasar dan sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi.

Dengan alasan tersebut, JPU mamohon kepada majelis hakim pimpinan IGN Partha Bargawa untuk menyatakan menolak dan tidak dapat diterima semua keberatan terdakwa atau penasehat hukum terdakwa. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment