Suparman Jadi Tersangka, Tiga Ekor Penyu di Lepaskan di Pante Besar

Suparman, tersangka penangkap tiga penyu sisik (tengah) didampingi Kabid Pengawas DKP Flotim (kiri) dan Penyidik Dit Pola Air Polda NTT Brigpol Kinglif Huma Kota (kanan). BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Suparman, nelayan asal Desa Alas, Sumbawa yang menangkap tiga ekor penyu sisik  di perairan Desa Karawutung, Kecamatan Tanjung Bunga, Kamis (16/11),  akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dit Pol Air Polda NTT, Jumat (17/11).

Disaksikan oleh tersangka, ketiga ekor penyu sisik yang dijadikan barang bukti tersebut  dilepaskan ke laut, Minggu (19/11) oleh penyidik Dit Pol Air Polda NTT bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Flores Timur, PSDKP wilayah Flotim, tim Misool Baseftin dan WCS .

Ketua Tim penyidik  Dit Pol Air Polda NTT yang menangani perkara tersebut, Brigpol Kinglif Huma Kota,SH ketika dikonfirmasi BaliNewsNet.work.com di sela-sela pelepasan tiga ekor penyu sisik tersebut menjelaskan, pelepasan tersebut dilaksakan setelah pihaknya berkoordinasi dengan  Kejati NTT.

Suparman dan petugas lepas penyu sisik di Pante Besar.

“Karena di Flotim tidak memiliki tempat penyimpanan atau penangkar penyu maka atas restu pihak Kejati NTT dengan mendasari pada aneka regulasi bahwa penyu harus di lestarikan maka hari ini, Minggu (19/11) pukul 14.30 Wita, kami bersama tim DKP Flotim, PSDKP wilayah Flotim, Misoof Baseftin dan WCS dan disaksikan oleh tersangka, kami melepaskan barang bukti ini ke laut di perairan Pante Besar ini,” jelas Brigpol Kinglif Huma Kota.

Terkait dengan perkembangan penanganan kasus penangkapan tiga ekor penyu sisik tersebut, Kinglif menguraikan pihaknya telah menetapkan Suparman sebagai tersangka tunggal, Jumat (17/11) karena telah cukup bukti melanggar pasal 40   ayat 2 dan ayat 4 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. Tersangka  diancam dengan hukuman penjara 5-10 tahun.Tersangka kini bertatus tahanan dan dititipkan pada Polres Flotim.

Semntara itu, tersangka Suparman  mengaku sangat menyesal dan mengungkapkan pertobatannya, tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Gara-gara ketiga penyu ini saya harus berhadapan dengan hukum dan harus berpisah untuk sementara waktu dengan anak dan istri saya yang sedang  hamil dua bulan. Saya tidak sengaja menangkap dan baru pertama kali ini pukat saya terjaring penyu. Memang rencananya penyu-penyu itu akan dijadikan lauk bagi keluarga saya, tapi  keburu tim menangkap saya,” ujarnya sedih seraya terus menerus mengungkapkan penyesalannya. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment