Desa Konga Panen Perdana Jagung Hibrida Bima Batara 14

Wabup FLores Timur Agus Payong Boli didampingi Kadis Pertanian Anton Wukak Sogen  dan Ketua Tim Peneliti BPTP Banglitbangtan NTT Dr. Evart Hujang NTT melakukan panen perdana jagung hibrida Bima 14 Bitara di lahan kelompok tani Puso Jala, Desa Konga, Kecamatan Tite Hena, Jumat (17/11).

Wulanggitang/BaliNewsNetwork-Pengembangan Jagung farietas hibrida Bima 14 Bitara di Desa Konga oleh kelompok tani Pusa Jala menghasilkan panenan yang mencengangkan. Di atas lahan kering seluas 2 Ha, kelompok tani pimpinan Afi de’Ornay sejak 31 Juli 2017 mulai menanam jagung unggul tersebut dibawa pendampingan para penyuluh dari BPPT NTT,  akhirnya mampu menghasilkan 2 ton jagung hibrida Bima 14 Bitara. Hasil spektakuler ini yang membuat  Kadis Pertanian Kabupaten Flotim Ir. Anton Wukak Sogen, Wakil Bupati Agustinus Payong Boli, SH tercengang.

Tak  pelak, ketika melakukan panen perdana  Jagung Hibrida Bima 14 Bitara tersebut,Jumat (17/11/2017)  Wabup Agus Boli langsung mengajak semua komponen pertanian baik para petani di Desa Konga maupun para penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian Flores Timur untuk membangun kerja sama yang kompak demi mendukung program kerja dirinya bersama Bupati Anton Hadjon terkhusus untuk misi  menyelamatkan tanaman rakyat Flotim.

“Pemerintah melihat ini sebagai pilot project, dan kebetulan juga  di awal pemerintahan kami. Usaha kelompok tani Pusa Jala ini  berhasil dengan baik dan  kita bisa panen perdana hari ini. Kenyataan ini  menjadi kekuatan bagi kami untuk membuat kebijakan besar   untuk pengembangannya ke depan. Untuk itu  mari kita mulai dari Konga ini, menjadikan Flores Timur sebagai Kabupaten Jagung Hibrida. Jadikan benih Hibrida ini sebagai Benih Hibrida  Flores Timur,” pinta Wabup Agus Payong Boli.

Kepada Kadis Pertanian Ir. Anton Wukak Sogen, Wabup Agus Ppayong Boli langsung memerintahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur di seluruh wilayah Flotim  guna pengembangan jagung hibrida Bima 14 Bitara ini. Dari data ketersediaan lahan pertanian untuk lahan kering, maka Flotim  membutuhkan sekitar 40 ton benih jagung.

“Kepada para penyuluh di setiap wilayah, bila menemukan lahan pertanian yang masih belum dimanfaatkan, bangunlah komunikasi dengan para pemilik lahan tersebut untuk dijadikan lahan pengembangan jagung dengan pengaturan sistem kerja sama. Tak cuma untuk jagung, lahan–lahan tersebut juga untuk pegembangan ternak,” kata Agus Payong Boli.

Jagung Hibrida Bima 14 Bitara memiliki keunggulan tahan panas dan tahan hama serta mampu berproduksi ganda. Bila dilakukan secara saksama, maka untuk lahan 1 Ha, jagung jenis ini bisa menghasilkan 10-13 ton benih  bila dibandingkan dengan jagung komersil yang hanya mencapai 7 ton.

Ketua Tim Peneliti BPTP Banglitbangtan NTT Dr. Evart Hujang  yang hadir dalam acara panen perdana tersebut menjelaskan, Indonesia memiliki benih jagung hibrida Bima 1 sampai 20 yang dihasilkan oleh peneliti  Indonesia dengan keunggulannya masing-masing. Sesuai komitmen Pemerintah Pusat, pihaknya di tahun 2017 memasang target pengembangan jagung Hibrida Bima  baik 14,19 dan 20  sebanyak 30-40 persen,  bergerak naik 60 persen di 2018 dan 100 persen di tahun 2019.

“Kami melihat potensi yang ada. Ada petani yang bisa menghasilkan benih sendiri. Semoga ke depan Flotim bisa mengahsilkan benih sendiri dan menjadi penyalur benih jagung jenis ini untuk kabupaten lainnya. Untuk benih hibrida kami dari BPTP Banglitbangtan NTT baru memberikan pelatihan bagi petani di Sikka, Flores Timur, TTS  dan Nagakeo. Kami berharap teknik produksi benih ini  sudah bisa dikuasai oleh petani dan merindukan Flores Timur  bisa menjadi penghasil benih hibrida, baik untuk wilayahnya sendiri maupun untuk kebutuhan di kabupaten lain,” tegasnya disambut tepukan tangan warga petani Konga. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment