Wajah Fatima di Larantuka Untuk Indonesia Damai

Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan menyaksikan penandatanganan prasasti pemberkatan Kawasan Doa Bukit Fatima San Dominggo, Larantuka oleh Sekjen KWI Mgr. Anton Subianto Bunyamin, OSC. BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Portugal dalam program Sister City (Kota Kembar) antara Kota Larantuka di Kabupaten Flores Timur, NTT dan Kota Oerum-Fatima di Portugal yang tertandatangi pada Mei 2012 silam di Jakarta, kini menyata. Kesamaan historis Kota Larantuka dan Fatima dalam bidang religi (iman Katolik) yakni kota yang mendapat kunjungan Bunda Maria (Ibu Yesus) mengantarkan Menteri Koordinator Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan datang ke Larantuka pada Selasa (31/10) dan meresmikan Bukit Doa Fatima San Dominggo.

Nama Bukit Fatima merupakan diberikan oleh mantan Bupati Flores Timur Yosep Lagadoni Herin pada acara peletakan batu pertama pembangunan kapela yang akan ditahtakan patung Bunda Maria pemberian Wali Kota Oerum Fatima, Pottugal, menggantikan nama Tuak Ehan yang telah lama dikenal masyarakat setempat.

Terjadilah, kapela yang di dalamnya bertahtakan Patung Bunda Maria dari Fatima itu pun diresmikan oleh Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan yang diawali dengan perayaan ekaristi yang dalam penanggalan liturgi Katolik bertepatan dengan 100 tahun penampakan Bunda Maria kepada tiga gembala di Fatima, Portugal.

Acara peresmian tersebut dihadiri pula Sekertaris Jenderal Komisi Wali Gereja Indonesia (KWI) yang adalah Uskup Bandung Mgr. Anton Subianto Bunyamin, OSC, Uskup Agung Ende Mgr. Vinsensius Sensi Potokota, Pr, dan Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, serta Uskup Larantuka Mgr. Frans Kopong Kung, Pr. Keempat pimpinan gereja tersebut turut pula menandatangani prasati pemberkatan Kawan Bukit Doa Fatima.

Baik Bupati Flores Timu Anton Gege Hadjon, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Uskup Larantuka Mgr. Frans Kopong Kung, Pr dan Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dalam sambutannya menekankan aspek ketangguhan iman dalam memupuk persaudaraan dan toleransi. Dari Kota Reinha, Kota Bunda Maria, kota milik semua orang Flores Timur, kota milik semua agama, Bupati Anton Hadjon, Gubernur Frans Lebu Raya, Mgr.Frans Kopong Kung dan Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengharapkan dengan peresmian Bukit Doa Fatima ini, iman umat Katolik di kota Larantuka dan Flores Timur pada umumnya semakin teguh, hidup rukun dan damai dalam kebersamaan. Kerukunan yang tercipta dalam perbedaan yang telah terpupuk dan terpelihara selama ini dipersembahkan untuk NKRI. Dari Larantuka ihktiar memelihara persatuan dan kesatuan untuk Indonesia pun bergemuruh. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment