Tanggul Penahan Gelombang Namosain Diresmikan

Foto: bnn/Amar Ola Keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Kementerian Perkerjaan Umim dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 (BWSNT2) meresmikan bangunan penahan gelombang di Kelurahan Namosain, Kamis (26/10).

“Saya mengucapkan terima kasih berlimpah sekaligus mengapresiasi pimpinaan Komisi V yang selalu mendukung pembangunaan pengaman pantai Namosain ini. Saya berharap agar masyarakat ikut berperan dalam menjaga dan merawat pantai ini,” ujar Direktur BWSNT2, Ir. Hari Suprayogi, M.Eng.

Menurutnya, ada beberapa wilayah Kota Kupang yang rentan abrasi yakni pesisir pantai Namosain, Kota Raja, Oeba, Pasir Panjang, Paradiso, Oesapa, Nunsui dan Lasiana. “Totalnya sepanjang 9,50 km,” ungkap Hari.

Ketua komisi V DPR RI, Fary Jemi Francis mengatakan, pembangunan pantai Namosain sebagai wujud perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur di NTT.

“Saya berterimakasih kepada pihak yang terlibat dalam mendukung terlaksananya pembangunan ini,” kata Francis.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Komisi V DPR RI yang telah berupaya menggelontorkan anggaran untuk pembangunan kawasan pantai di wilayah Kota Kupang.

Pembangunan pantai Namosain menurut Jefri akan mendongkrak ekonomi masyarakat pesisir.

“Pantai Namosain akan dibuka untuk umum dan bagi para pedagang kecil yang ada di sini bisa memanfaatkan untuk berjualan,” kata Jefri.

Untuk diketahui, pembangunan pantai Namosain oleh Kementerian PUPR dan BWSNT2 menelan anggaran Rp 8.492.917.000.

Pengerjaan bangunan pengaman pantai itu dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 2015 sepanjang 200 meter dengan anggaran sebesar Rp 3.789.367.000. Sedangkan tahap kedua dikerjakan pada tahun 2017 sepanjang 200 meter dengan anggaran sebesar Rp 4.703.550.000. (Amar Ola Keda)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment