Besok, Mantan Bendahara Dinkes Flotim Diserahkan ke Kejati NTT

Willy Wato Kolah, tersangka tunggal korupsi Dinas Kesehatan Flotim. BNN/DOK

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Berkas perkara dugaan korupsi pada Dinas Kesehatan Flores Timur (Flotim)yang ditangani penyidik Polres Flotim telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Larantuka pada  20 Oktober 2017, Dipastikan, pelimpahan tersangka Willy Wato Kolah dan barang bukti akan dilakukan besok, Rabu, 25 Oktober 2017 bertempat di kantor Kejaksaan Tinggi NTT di Kupang.

Kepala Kejaksaan Negeri Larantuka I Putu Gede Astawa, yang dikonfirmasi soal ini melalui Kasi Intel Salesius Guntur, SH di ruang kerjanya, Selasa (24/10), menjelaskan berkas perkara tersangka korupsi Dinas Kesehatan Flotim telah final sehingga dinyatakan lengkap tahap satu oleh JPU pada tanggal 20 Oktober 2017.

“Besok proses tahap keduanya. Terjadi di Kejati NTT. Baik tersangka dan barang bukti akan kita serahkan kepada Kejati,” ujar Salesius Guntur yang diamini oleh Faizal, Kasi Pidsus Kejari Larantuka.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Willy Wato Kolah, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi uang Dinas Kesehatan Flotim sekitar Rp 300 juta.

Kasus ini bermula pada 27 Januari 2017. Dua buah brankas yang semula disimpan di ruang Bagian Keuangan  ditemukan  di luar ruangan  dalam kondisi berantakan, pintu brankas terbuka, terkesan dibongkar paksa.

Tak pelak, awalnya penyidik Polres Flotim menggenjot kasus ini ke tindak pidana pencurian uang. Namun setelah tiga kali menggelar perkara, penyidik malah menyimpulkan bukan tindak pidana pencurian melainkan pidana korupsi.  Tersangka Willy disangkakan membuat kerugian negara hanya senilai Rp 87.531.196.

Pangalihan kasus darupidana pencurianke pidana korupsi inilah yang membuat Gerakan Rakyat Anti Koruopsi (Gertak) Flotim “meradang”. Sekretaris Gertak Flotim Robert Ledor, menilai pengalihan kasus tindak pidana pencurian ke pidana korupsi tak ubahnya sandiwara yang dipertontonkan penyidik Polres Flotim guna mengelabui  masyarakat Flotim. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Berita Terkait:

Willy: Kebenaran Itu Tidak Pernah Akan Mati

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment