Sandiwara Membawa Sengsara – Sidang Kasus Kekerasan Tehadap Anak

Terdakwa Mariana Dangu meneteskan air matanya mendengar dakwaan jaksa Purwanti Mutiasih. BNN/IST

Denpasar/balinewsnetwork.com-Niat awal hanya bersandiwara melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya untuk dikirim ke sang “suami” di Austria,  wanita asal Loko Wae Lara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, bernama Mariana Dangu malah berurusan dengan hukum. Mariana Dangu yang akrab dipanggi Mery ini   harus mendekam dalam Lapas Kerobokan dan mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (10/10/2017).

Pasalnya,  rekaman adegan kekerasan yang dilakukan terdakwa terhadap bayi berinisial JBA atau sebut saja Baby J sempat beredar dan menjadi viral di media sosial (medsos).  Karena itu,  wanita kelahiran Loko Wae Lara 30 tahun lalu itu harus mempertanggungjawabkan perbuatanya di muka sidang pimpinan Wayan Kawisada  dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Purwanti Mutiasih yang dibacakan oleh jaksa Dewa Ayu Suparyani.

Dalam dakwaan dipaparkan,  kejadian yang dialami korban pada 17 Maret 2017 di kamar kost terdakwa di Jln.  Drupadi II, Seminyak  berawal dari terdakwa kesal karena tidak diberi uang oleh ayah biogis korban (Baby J)  bernama Otmar Daniel Adelsberger alias Oty, seorang warga negara Austria

“Saat itu korban sedang sakit sehingga terdakwa membawa korban ke salah satu klinik di Legian, ” sebut jaksa dalam dakwaannya.

Dalam dakwaan disebut pula,  karena terdakwa tidak miliki uang untuk biaya mengobati korban, terdakwa lalu menghubungi Otmar untuk meminta uang.  Namun bukan uang yang didapat,  Otmar malah mencaci maki terdakwa.  Pada tanggal 17 Meret 2017 terdakwa kembali menghubungi Otmar. Namun Otmar kembali mencaci maki terdakwa.

Bahkan korban menuding terdakwa telah membuat drama dan mengada-ada tentang sakit yang dialami korban.  Atas hal itu terdakwa yang merasa kesal,  lalu melampiaskan kekesalannya terhadap korban yang saat itu sedang duduk di atas tempat tidur.

“Terdakwa langsung mendorong korban yang sedang duduk di atas tempat tidur serta memukul pantat korban dan menjewer telinga korban,” ungkap jaksa dalam dakwaannya. Tak hanya itu,  terdakwa juga mencubit pipi dan memukul mulut korban.

Dalam dakwaan diungkap pula,  terdakwa juga melakukan aksi kekerasan yang direkam dengan menggunakan HP itu terus berlanjut. Terdakwa membawa korban ke kamar mandi.

“Terdakwa meletakan korban dalam ember yang berisi air kemudian menarik kembali korban dan didudukan di lantai dan menyiram korban dengan menggunakan cairan sabun.

Parahnya lagi, dalam dakwaan ditulis bahwa  terdakwa yang merekam aksi kekerasan terhadap anaknya sendiri itu kemudian mengirim rekaman tersebut ke pada Otmar, di Austria.

“Saat itu saksi Otmar mengatakan jangan digituin, “sebut jaksa dari Kejati Bali itu.

Seolah tidak mau mendengar nasehat Otmar alias Oty,  terdakwa malah terus melancarkan aksinya sembari merekam setiap kejadian dan mengirim rekaman itu kepada Otmar.

Kasper Gambar, SH-Penasihat hukum Mariana Dangu

Atas perbuatan itu terdakwa dijerat dengan dua pasal belapis.  Yaitu Pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, dan Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (1) UU RI.  No.  35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Atas dakwaan itu terdakwa melalui kuasa hukumnya Kasper Gambar, SH., Lonny Rihi, dan Jhony Riwu, SH menyatakan tidak mengajukan eksepsi. Karena JPU Dewa Ayu Supryani – yang mewakili jaksa Purwanti-belum menyiapkan saksi maka ketua majelis hakim akhirnya menutup sidang untuk dilanjutkan lagi pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan para saksi.

Lalu mengapa penasihat hukum terdakwa Mariana Dangu tak mengajukan eksepsi?  Ini alasan Kasper Gambar.

“Walaupun kami belum mendapatkan surat dakwaan dan baru mendengar pembacaan dalam sidang tadi, tapi kami paham dan kami tidak perlu mengajukan eksepsi. Nanti kami buktikan bagaimana  peran terdakwa dan pembelaan kami terhadapnya dalam persidangan selanjutnya,” kata Kasper Gambar usai sidang.(Pro)

Editor:  Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment