Istri dan Anak Kembar Hilang di Jakarta – Praktisi Pariwisata Bali Lapor Polda Metro Jaya

Ny Helena Veronica dan kedua anaknya, Kenan dan Kevin Blolong. Hilang di Jakarta sejak 18 September 2017. BNN/IST

Denpasar/balinewsnetwork.com-Dionisius Dua, seorang praktisi pariwisata yang tinggal di Denpasar, Bali, Selasa (10/10) menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Jakarta Pusat.

Dion-begitu Dionisius Dua dipanggil-melapor kepada aparat kepolisian karena istrinya, Helena Veronica  bersama dua anak kembarnya, Abraham John Baptiste Kenan Blolong ataU Kenan (1,3 bulan) dan Abraham Jean Baptiste Kevin Blolong atau Kevin, hilang sejak tanggal 18 September 2017.

“Istri dan anak saya hilang sejak Senin 18 September lalu. Terakhir mereka tinggal di rumah kontrakan mertua, ibu (alm) Serta Dahliana dan ayah mertua tiri Adolf Latumahina. Saat saya mau jemput tetangga kos menyampaikan bahwa mereka sudah tidak tinggal di situ lagi,” ujar Dion kepada wartawan usai melapor di bagian pengaduan, sesuai rilis yang dikirimnya ke media ini.

Laporan dengan nomor: TBL/16771/X/2017/TMJ/Dit. Reskrimum, tanggal 10 Oktober 2017, diterima Ka Siaga II Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya Kompol Harlin Pangaribuan SH. Dalam laporan itu, Dion ditemani Paulinus Bao Sura, kerabatnya asal Lembata yang tinggal di Jakarta.

Sejak tahu istri dan kedua anaknya hilang, ia menghubungi kerabatnya asal Lembata, Nusa Tenggara Timur, maupun kerabat istrinya dari Sumatera Utara maupun Maluku yang tingggal di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok maupun Bekasi.  Dia juga meghubungi nomor telepon genggam istri maupun beberapa iparnya.

“Semua nomor telepon, WhattsApp maupun Facebook istri tidak aktif lagi. Bahkan keluarga dan kerabat di Jakarta sangat cemas dengan nasib istri dan putera kembar saya. Karena mereja juga merasa khawatir terjadi sesuatu atas istri dan anak-anak saya, keluarga menyarankan saya untuk melapor ke polisi,” lanjut Dion.

Sementara itu, Paulus Bao Sura menambahkan, pada 10 Agustus 2016, orangtua Helena yakni Dahliana dan Latumahima tiba di Denpasar untuk berlibur sekaligus menjengkuk anak dan menantu serta kedua cucu mereka yang baru saja lahir pada 25 Juni 2016.

“Ibu Dahliana dan Pak Latumahina tinggal di Denpasar selama dua tiga bulan lebih. Mereka sangat sayang kepada cucunya sehingga meminta anak dan kedua cucu mereka beristirahat di Ibu Kota. Kakak saya mengizinkan mereka sehingga pada 18 Agustus 2016 mereka berlima ke Jakarta dengan bus pariwisata dari Denpasar,” kata Bao Sura.

Menurut Dion, setiba di Jakarta, istri dan kedua anaknya tinggal bersama kedua mertua di rumah kontrakan mereka di Jl. Pahlawan Komarudin, RT 0011/05 Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Dalam rencana mereka akan tinggal selama setahun sampai kedua anaknya bisa berjalan. Namun, pada 26 April 2017, mertua perempuan meninggal dunia karena terserang stroke.

“Saya dan orangtua saya baru datang menjenguk makam ibu mertua di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Dalam rencana saya akan langsung menjemput istri dan anak-anak saya agar tidak membebani ayah mertua dan ketiga adik ipar saya. Tapi istri meminta agar mereka berlibur sebulan atau dua bulan lagi. Saya tak keberatan karena saya juga masih sibuk dengan kerjaan di Denpasar,” lanjut Dion.

Menurut Dion pada tanggal 18 Agustus 2017, ia hendak menjemput istri dan kedua anaknya untuk dibawa ke Denpasar. Namun, oleh ketiga iparnya, Helga Vebyagest, Monica Agnes, dan Joseph Tresno, istri dan kedua anak kembarnya baru bisa dijemput sebulan lagi atau pada 18 September 2017.

“Setelah saya ke rumah kontrakan mereka, tetangga kos menyampaikan bahwa istri dan kedua anak saya serta tiga ipar sudah pindah kontrakan pada 4 September dini hari. Saya panik kemudian melapor ke Ketua RT setempat. Saya juga menghubungi keluarga dan kerabat kami. Pak RT juga malah tak tahu menahu soal ke  mana pindah istri dan anak-anak saya,” katanya.

Dion dan Paululus Bao Sura serta beberapa anggota keluarga mencari dan mencari tahu keberadaan istri dan kedua anaknya. Namun, hasilnya nihil. Begitu juga mereka menghubungi ayah mertuanya, Latumahina, tetapi beliau sudah tinggal terpisah dengan ketiga anak tirinya. (rsl/rsn)

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment