Vonis Hakim Dibawah Ancaman Minimal Dipertanyakan

Made Somya Putra (bnn/ist)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Vonis 4 tahun 6 bulan majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Dewa Budi Watsara terhadap terdakwa kasus pencabulan yang akrab disapa Om Martin nampaknya mendapat tanggapan yang cukup pedas dari praktisi hukum sekaligus pengacara yang intens membela anak-anak.

Salah satunya adalah Made Somya Putra. Dikatakanya, putusan 4,5 tahun merupakan putusan yang nyeleneh.

Bagaimana tidak, dalam ketentuan pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2004 tentang perbubahan atas UU RI. No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, jelas tertulis bahwa ancaman hukuman minimalnya adalah 5 tahun penjara.

“Jadi sangat tidak populer bila hakim menjatuhkan vonis dibawah ancaman minimal yang sudah ditetapkan dalam undang-undang,”sebut Made Somya. Memang diakuinya, dalam prakteknya ada kebebasan hakim.

Dimana hakim dapat memutus dibawah hukuman minial, akan tetapi harus ada syarat yang ketat dan berlaku kausistis.”Harus ada pembeda kasus ini kenapa diberikan hukuman yang istimewa dan tidak sama dengan kasus-kasus lain,”tegas Made Somya.

Nah, atas putusan itu, Somya pun menyarankan agar Jakasa Penuntut Umum (JPU) Ika Lusiana untuk mengajukan banding.”Untuk mencerminkan rasa keadilan terhadap korban, JPU seharusnya mengajukan banding,”pungkas Somya.

Sementara Jaksa Ika Lusiana yang sebelumnya menuntut terdakwa Om Martin dengan pidana penjara salam 6 tahun saat ditemui di PN Denpasar dan ditanya apakah mengajukan banding, malah belum memiliki sikap yang tegas.”Kami masih pikir-pikir, kan ada waktu seminggu,”tandasnya.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Berita terkait :

Lima Kali Cabuli Bocah Ingusan Om Martin Divonis Super Ringan

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment