Kecewa Berat, Ipung Sebut Vonis Hakim Jauh dari Rasa Keadilan

Siti Safura alias Ipung (bnn/ist)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Putusan 4 tahun dan 6 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan I Dewa Budi Watsara terhadap Martinus Doko alias Om Martin, terdakwa kasus pencabulan anak, banyak yang menganggap aneh.

Sebagian besar menilai putusan hakim tersebut sangat jauh dari rasa keadilan untuk korban DK (inisial) yang masih berusia 9 tahun itu. Salah satu aktivis anak Bali yang tidak sependapat dengan putusan hakim tersebut adalah Siti Safura alias Ipung.

Ipung mengaku sangat sedih saat mengetahui putusan hakim tersebut. Lebih miris lagi ketika mengetahui putusan 4,5 tahun ternyata dibawah hukuman manimal dalam pasal yang didakwakan.

“Saya sebagai aktivis yang berjuang untuk anak-anak yang menjadi korban kekerasan merasa sedih juga kecewa saat mengetahui vonis hakim tersebut. Ternyata maindset kita berbeda,” kata Ipung yang ditemui di Denpasar, Jumat (6/10).

Ipung yang selama ini berjuang untuk anak-anak yang menjadi korban sangat miris melihat fenomena ini. Apalagi Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kejahatan seksual terhadap anak adalah kejahatan yang sangat luar biasa.

“Artinya seruan bapak Presiden kita ini tidak sampai ke telinga hakim yang menyidangkan,” imbuh Ipung.

Dikatakan pula, dalam Pasal 81 Jo 82 UU No. 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI. No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sangat jelas mengenai ancaman hukuman, baik maksimal maupun minimalnya.

Dengan adanya kasus tersebut, Ipung pun bertanya, apakah seorang hakim yang menyidangkan perkara anak tidak paham dengan Undang-Undang (Tentnag Perlindungan) Anak?

“Terutama untuk Pasal 81 Jo Pasal 82 UU Perlindungan Anak yang di sana disebutkan minimal hukumanya adalah 5 tahun penjara,” ungkap Ipung.

Tak hanya itu, Ipung juga menyebut, dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa, bila pelakunya adalah orang terdekat harus ditambahkan 1/3-nya. “Ini sepertinya yang menjadi pertanyaan besar buat saya,” sebut Ipung.

Dikatakan Ipung, untuk kasus Om Martin ini, bila hakim menjatuhkan vonis minimal saja (5 tahun) belum memenuhi rasa keadilan bagi korban. “Apalagi divonis dibawah minimal, saya bertanya, dimana rasa keadilanya,” kata Ipung.

Setali tiga uang dengan jaksa, Ipung menyebut tuntutan 6 tahun yang diajukan Jaksa Ika Lusiana juga adalah tuntutan yang sangat ringan.

“Tuntutan 6 tahun sangat ringan sekali. Jadi harapan saya, dalam kasus ini jaksa harus mengajukan banding,” pungkas Ipung.

Seperti diberitakan, majelis hakim pimpinan I Dewa Budi Watsara dalam sidang beberapa waktu lalu menjatuhkan vonis 4 tahun dan 6 bulan penjara terhadap Martinus Doko alias Om Matin. Selain itu, hakim juga menjatuhkan hukuman denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara. Om Martin dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap DK (inisial).

Perbuatan pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu melanggar Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2004 Tentang Perubahan Atas UU RI. No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 66 ayat (1) KUHP.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Berita terkait :

Lima Kali Cabuli Bocah Ingusan Om Martin Dihukum Super Ringan

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment