Pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura Diserang Tomcat

Salah satu anak yang alami luka di wajah akibat serangan tomcat. Foto: bnn/sid.

Klungkung/BaliNewsNetwork-Belasan pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura, Klungkung diserang tomcat. Saat ini ada 12 orang yang terkena sengatan binatang yang seperti semut tersebut.

Salah satu warga yang terkena serangan tomcat, Aji Puspa mengatakan, sudah empat hari terkena tomcat. “Rasanya perih dan gatal. Sudah dikasih obat tapi belum sembuh,” katanya di Klungkung, Jumat (29/09).

Dia mengaku, terkena tomcat saat malam hari, saat pagi-pagi wajahnya sudah terasa gatal dan perih. “Semua wajah saya kena. Badan juga kena,” jelasnya.

Sementara itu Gusti Ayu Ratih Istri mengaku, tiga anaknya dan suaminya juga terkena sengat tomcat. “Tiga anak saya kena semuanya. Suami saya juga kena,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa tomcat tersebut jatuh dari atap saat malam hari. “Waktu malam lampunya menyala dan saat itu tomcatnya jatuh. Kalau lampunya mati mereka tidak ada yang jatuh,” ujarnya.

Dia mengatakan, bahwa anak-anaknya sudah minum obat dan diberi salep. “Sudah ke posko kesehatah dikasih obat dan salep. Tapi sama saja belum ada hasilnya,” terangnya.

Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menangani adanya serangan tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dulu dengan pihak dinas kesehatan bagaimana menangani ini. Yang jelas binatangnya harus dibasmi dulu entah itu menggunakan semprotan baygon atau seperti apa,” pungkasnya. (Sid)

 

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment