Tarian Adat Sambut Kedatangan Putri Soeharto

Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Siti Hardiyanti Rukmana Putri Presiden RI kedua, Soeharto, yang juga Pembina Yayasan Dharmais berbagi kasih di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

Putri mendiang Soeharto ini melakukan berbagai kegiatan di bidang sosial dan kemanusiaan. Dalam kunjung ini Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab di sapa mbak Tutut, diterima ribuan masyarakat secara adat di rumah Jabatan Bupati TTU.

Siti Hardiyanti Rukmana, Pembina Yayasan Dharmais melalui Ketua Umum Purna Pasma Kirab Remaja Nasional, Yoseph Valentinus D. Kebo mengatakan kegiatan bakti sosial kali ini terpusat di Kabupaten TTU sebagai wujud membantu pemerintah di bidang sosial dan kemanusiaan.

“Seluruh kegiatan Yayasan Dharmais untuk membantu pemerintah dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Kegiatan ini sudah berjalan selama 42 tahun sebagai wujud kepedulian Almarhun Bapak HM Soeharto, baik sebagai pribadi maupun tanggungjawabnya sebagai pemimpin negara kepada rakyatnya, terutama rakyat yang kurang mampu,” jelas Valen kepada wartawan, Selasa (26/09).

Kegiatan bakti sosial tersebut melibatkan seluruh Purna Pasukan Utama (Pasma) KRN yang berada di bawah naungan Yayasan Dharmais.

“Kegiatan Yayasan Dharmais di Kabupaten TTU meliputi, bakti sosial yakni bantuan dibidang pendidikan bagi 3.900 siswa, bantuan peningkatan kesehatan gizi dan kesehatan bagi penghuni panti asuhan, Sekolah Luar Biasa (SLB), pembagian sembako dan bantuan pengobatan bagi ratusan pasien penderita kusta, operasi katarak mata kerjasama dengan Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia), membantu kaum yang tidak mamu agar kembali dapat melihat dengan jelas, operasi bibir sumbing dan dan langit-langit kerjasama dengan Perapi (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia), terutama anak-anak agar pulih cara berbicara dan rasa percaya dirinya,” jelas Valen.

Saat ini hampir 48 ribu orang anak yang ditampung pada 1.850 panti asuhan di seluruh Indonesia secara rutin menerima bantuan biaya makan dan perawatan kesehatan dari Yayasan Dharmais. Selain itu, Yayasan telah melaksanakan operasi bagi 132.833 penderita katarak dan 6.721 penderita bibir sumbing telah diopareasi dengan cuma-cuma serta melatih 6.462 kader wirausahawan.

“Yayasan juga membangun 2. 810 unti rumah Anggota Koprss cacat Veteran/Pejuang 45, melatih 94.769 jiwa atau 26.573 Kepala Keluarga Transmigran sebelum dikirim ke daerah-daerah di luar pulau Jawa sebagai tenaga pembangunan di daerah terpencil,” imbuh Valen.

Usai menikmati jamuan makan siang di rujab Bupati TTU, mbak Tutut bersama rombongan didampingi Bupati TTU, Raymunuds Sau Fernandes serta sejumlah pimpinan SKPD melanjutkan perjalanan ke Desa Wini perbatasan RI – RDTL guna mengikuti berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.

Dia menambahkan, Mbak Tutut dalam kunjungannya ke Kabupaten TTU memilih menginap di rumah rakyat yang sudah disiapkan panitia. “Rumah Singgah Beratap Daun Lontar”.

“Mbak Tutut lebih memilih mengkonsumsi makanan tradisional jagung bose yang disiapkan panitia,” pungkas Valen. (Amar Ola Keda)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment