Polda Bali Tahan Lima Tersangka Lain Tahura Tanjung Benoa

Foto: bnn/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Permintaan tersangka dugaan reklamasi liar di Tanjung Benoa, I Made Wijaya, SE alias Yonda agar lima orang lagi yang juga telah menyandang status tersangka ditahan dikabulkan oleh penyidik Subdit IV Dit Reskrimsus.

Lima orang tersangka lainnya, Made Marna, I Made Suarna, I Made Mentra, I Made Dwi Widnyana dan I Ketut Sukada resmi ditahan di Rumah Tahanan Mapolda Bali, Rabu (27/09).

Kepastian ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja tadi malam. “Iya, betul. Siang tadi (red, Rabu 27/09) resmi sebagai tahanan. Mereka ditahan di Rutan Polda Bali tapi beda ruangan dengan Yonda,” ujarnya.

Dijelaskan Hengky, Kelima tersangka ini satu kasus dengan Yonda namun beda berkas. Mereka diduga ikut melakukan pelanggaran di kawasan Tahura Ngurah Rai di Pantai Barat Kelurahan Tanjung Benoa dengan menebang pohon mangrove dan penimbunan pasir.

“Mereka ini yang menerima surat tugas dari I Made Wijaya (Yonda – red) selaku Bendesa Adat Tanjung Benoa untuk melakukan aktifitas di kawasan Tahura Ngurah Rai itu,” terang Hengky.

Kasus dugaan reklamasi liar ini berawal dari temuan Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali adanya aktifitas berupa proyek di dalam kawasan Tahura Ngurah Rai Pantai Barat Kelurahan Tanjung Benoa pada bulan Februari lalu.

Forum Peduli Mangrove kemudian melaporkan temuan itu ke Dit Reskrimsus Polda Bali. Setelah dilakukan penyelidikan yang panjang, akhirnya polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka, Yonda dkk yang saat ini ditahan di Rutan Mapolda Bali. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment