Aneh Bin Ajaib, Kasus Pencurian Uang Menjadi Tipikor – Gertak Minta Kapolres Fokus Ungkap Kasus Pembobolan

Ruangan bagian Keuangan Dinas Kesehatan yang hingga kini masih diberi police line. Foto: bnn/emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores Timur (Flotim) menuding penyidik Polres Flores  Timur mengalihkan kasus pencurian uang  milik Dinas Kesehtan Flotim menjadi kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  hanyalah sandiwara belaka, sekaligus memperlihatkan kepada publik betapa ketidakprofesionalan aparat negara di Polres Flotim.

Menaggapi cara kerja penyidik Polres Flotim tersebut, Sekertaris Gertak Flotim Robert Ledor melalui telepon genggamnya menghubungi balinewsnetwork.com, Kamis (28/09),  secara tegas meminta Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur I Made Astwa dan Kapolres Flores Timur AKBP Arri Vaviriyanto untuk mencabut status tersangka yang telah disematkan pihak penyidik Polres Timur kepada mantan bendahara Dinkes Wily Wato Kolah atas tuduhan melakukan perbuatan korupsi sebesar Rp 87.531.196.

Bagi Robert, kesimpulan tim penyidik atas kerugian yang diderita oleh daerah sebesar Rp 87.531.196 akibat Wily Wato Kolah tidak bisa mempertanggungjawabkan angka Rp 87.531.196 pada aliran kasnya adalah tuduhan sepihak dan melangkahi kewenangan BPK sebagai lembaga auditor resmi negara.

“Angka sekecil ini yang disimpulkan sendiri, kok bawanya ke ranah hukum? Kenapa tidak masuk pada tuntutan ganti rugi? Sangat aneh dan murni cacat hukum. Lebih bagus, tim penyidik memfokuskan pada penyelidikan, mengungkap kasus pencurian yang dilakukan dengan cara membobol dua brankas yang telah menyebabkan hilangnya Rp 300-an juta uang milik Dinas Kesehatan itu,” tandas Robert Ledor.

Berdasarkan hasil investigasi media ini, surat pernyataan kesanggupan membayar oeh Wily Wato Kolah sebesar kerugian daerah yang ditemukan penyidik, tidak diindahkan oleh tim Iptu I Nengah Lantika. Ruang pengalihan yang seharusnya bisa melalui mekanisme tuntutan ganti rugi tersebut menyebakan berkas kiriman penyidik Polres Flotim selalu dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum dengan catatan untuk dilengkapi baik unsur formil maupun pada unsur materiilnya. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Berita Terkait:

Diduga Uang Rp 290 Juta Sudah Digunakan Bendahara – Kasus Pembobolan  Brankas Hanya Skenario

Berkas Tipikor Brankas Dinkes Flotim Belum Lengkap, JPU Kembalikan ke Penyidik Polres Flotim

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment