20 Ribu Ekor Sapi Siap Diungsikan dari Zona Bahaya Gunung Agung

Ratusan sapi yang sudah dievakuasi ditempatkan di lapangan yang aman. BNN/SID

Karangasem/balinewsnetwork.com-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, sebanyak 20 ribu ekor sapi di wilayah terdampak Gunungapi Agung akan dievakuasi. Saat ini baru sekitar 1348 ekor sapi yang berhasil dievakuasi oleh pihaknya. Kendala dalam proses evakuasi sapi karena kurangnya alat transportasi untuk mengangkut sapi-sapi tersebut.

Berdasarkan data dari Posko Pendampingan Nasional di Karangasem, diperkirakan jumlah sapi yang berada di radius berbahaya sekitar 30 ribu ekor. Sekitar 10 ribu ekor sapi telah dievakuasi oleh masyarakat secara mandiri, dan ada juga yang dijual.

“Kita targetkan sebanyak 20 ribu ekor sapi akan dievakuasi dari wilayah terdampak,” ujarnya Kamis (28/9).

Hingga Rabu (27/9), sebanyak 1.384 ekor sapi sudah dievakuasi di 30 titik yang tersebar di 5 kabupaten oleh Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Satgas ini terdiri dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, dan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem. Sebanyak 18.616 ekor sapi dalam proses evakuasi oleh satgas.

Bantuan untuk penanganan evakuasi sapi ini telah disalurkan berupa 5 ton pakan konsentrat, 10.000 dosis obat-obatan, 1 mobil truk utk evakuasi ternak, pembangunan kandang, atap dan kelengkapannya, dan kelengkapan untuk identifikasi ternak. Satgas juga memfasilitasi bantuan  dari berbagai pihak, dimana bantuan yang telah diterima terus disalurkan berupa pakan konsentrat 55 ton, kendaraan untuk evakuasi ternak: 9 unit truk.

“Kendala dalam evakuasi ternak adalah terbatasnya kendaraan yang ada. Saat ini tersedia 20 truk. Persediaan pakan ternak juga terbatas. Kebutuhan konsentrat sapi untuk satu bulan sebanyak 1.200 ton. Saat ini sudah tersedia 60 ton. Begitu juga kebutuhan pakan hijauan selama satu bulan diperlukan 15.000 ton. Saat ini masih disediakan secara mandiri oleh para peternak. Selain itu juga terbatasnya jumlah personil, pengawasan dan perawatan ternak,” paparnya.

Kondisi seperti ini menurutnya merupakan kondisi yang kultural, dimana Gunung Agung naik status Awas pun, sebagian masyarakat tetap bertahan tidak mau mengungsi dengan alasan menjaga ternak, salah satunya sapi.

Menurutnya, Satgas terus melakukan evakuasi sapi. Masyarakat dapat menghubungi hotline di nomor 081238632084 untuk layanan informasi penanganan evakuasi ternak dan kesehatan hewan yang bisa diakses 24 jam. (SID)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment