Sambangi Pengungsi Gunung Agung, Jokowi Serahkan Bantuan Rp 7,2 Milyar

Pesiden Joko Widodo saat mengunjungi pengungsi Gunung Agung. Foto: bnn/ist.

Klungkung/BaliNewsNetwork-Presiden Joko Widodo mengunjungi pengungsi Gunungapi Agung, Selasa (26/09). Dalam kunjungannya, Jokowi menyerahkan bantuan senilai Rp 7,2 milyar.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat menjelaskan bantuan itu berupa matras sebanyak 18.230 lembar, masker 520.000 lembar, beras 12 ton, ember 2.000 buah, gayung 2.000 buah dan kidswear 1.100 paket.

“Besarnya bantuan ini merupakan upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap para pengungsi terkait erupsi Gunung Agung, Bali. Bantuan itu didistribusikan ke kantong-kantong pengungsian. Selain, mendirikan dapur umum, serta menyiapkan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP),” ujar Harry saat mendampingi Presiden meninjau lokasi pengungsian, di Gor Swecapura, Klungkung.

Harry menambahkan jumlah pengungsi yang terdata sebanyak 59.820 jiwa tersebar di lima kabupaten/kota. “Kabupaten Klungkung sebanyak 14.808 jiwa yang tersebar di 114 titik pengungsian, dengan titik pengungsian terbesar di Gor Sweca Pura Gel Gel berjumlah 3.789 jiwa. Kabupaten Karangasem Jumlah sebanyak 30.012 jiwa yang tersebar di 6 kecamatan, Kabupaten Bangli sebanyak 7.047 jiwa yang tersebar di 23 titik pengungsian, Kabupaten Buleleng sebanyak 6.486 jiwa yang tersebar di 11 titik. Jumlah pengungsi di Kota Denpasar sebanyak 1.467 jiwa, tersebar di 15 titik,” tambahnya.

Foto: bnn/ist.

Sinergi antara Kemensos, BNPB, Pemerintah Daerah Provinsi Bali, Dinas Sosial Provinsi Bali, Pemerintah Daerah Klungkung, Pemerintah Daerah Karangasem, Pemerintah Daerah Bangli dan Pemerintah Daerah Buleleng sangat dibutuhkan dalam upaya pendataan pengungsi, titik lokasi pengungsian, pendirian dapur umum, dan penyebaran logistik.

Kemensos telah mengerahkan sumber daya manusia baik dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kabupaten, Taruna Siaga Bencana, dan pilar sosial lainnya se-Provinsi Bali dan Provinsi yang berdekatan yaitu NTB dan Jawa Timur.

Kemensos juga sudah menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk pengungsi terkait erupsi Gunung Agung senilai Rp 4.8 milyar, bantuan berupa bahan makanan tenda dan perlengkapan pengungsian.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang dikerahkan sebanyak 619 orang dari Bali, Jatim, NTB, dan Tagana Rajawali. Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) sebanyak 33 orang dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Tim LDP Pusat, Sakti Peksos, Pendamping PKH dan Universitas Maranatha yang tersebar di tiga titik yaitu Buleleng, Klungkung dan Karangasem.

Hingga 25 September, Dinas Sosial Kabupaten Karang Asem telah mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 62 ton untuk kebutuhan pengungsi di Karangasem.

Sementara Dinas Sosial Provinsi Bali menyiagakan dan mendistribusikan beras reguler sebanyak 50 ton untuk distribusi Kabupaten Bangli, Buleleng dan Klungkung masing-masing 10 ton.

Kemensos juga sudah menyiapkan 42 kendaraan siaga bencana, 10 diantaranya adalah Mobiil Dapur Umum Lapangan (Dumlap) yang ditempatkan di Posko Candi Kuning Bedugul yang dikelola oleh personil Tagana Tabanan, Posko Dinas Sosial Bangli dikelola Tagana Bangli, Posko Dinas Sosial Kota Denpasar yang dikelola Tagana Kota Denpasar, Posko Klungkung 3 yang dikelola Tagana NTB, Posko Klungkung 2 dikelola Tagana Jawa Timur, Posko GOR Soecapura Gel Gel dikelola Tagana Klungkung, Dapur air Rajawali, Posko Bandem dikelola Tagana Jembrana, Posko Ulakan dikelola Tagana Jatim, Posko Utama Karangasem, dan Posko Tembok yang dikelola Tagana Buleleng. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment