Lerai Orang Cekcok, Buruh Proyek Ini Malah Nyaris Tewas Ditusuk

Foto: bnn/ist.

Badung/BaliNewsNetwork-Panjiono (26), harus menjalani operasi di RSUP Sanglah lantaran menderita luka tusuk di dada kiri, perut, pinggang karena menjadi korban penusukan bersama rekannya pada Sabtu (23/09) sekitar pukul 22.30 Wita di Bedeng Proyek Hotel Sangrila di Jalan Trompong Lingkungan Peminge Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Sayangnya nyawa rekannya Hadi Ikhwanto (39) asal Lumajang tidak tertolong.

Informasi yang berhasil dihimpun, saksi Joni (49), menerangkan bahwa ketika itu pihaknya mendengar suara ribut di Bedeng atas. Dan setelah mengecek ke dalam Bedeng saksi dikejutkan karena melihat anak buahnya Hadi telah bersimbah darah dan terkapar.

Kemudian saksi bersama rekannya Untung mengantar kedua korban ke RS Surya Husada menggunakan sepeda motor. Kemudian Untung kembali ke Bedeng dan mengabarkan bahwa Hadi telah meninggal dunia. Mendengar kabar tersebut saksi lain turut menyusul ke rumah sakit. Namun sesampainya di rumah sakit, ternyata saksi melihat Panjiono telah berbaring dan ditangani oleh para perawat yang menerangkan bahwa Panjiono dalam keadaan kritis.

Sedangkan Samuel Koiki Sida laki-laki asal Tebara Waikabubak Sumba Barat NTT, menerangkan bahwa saksi melihat beberapa orang yang sedang minum arak diantaranya Raimon, Markus, Niga, Agus, Yohanes, Ahmad Akbar, Agung Wibowo, Andri Suswanto dan Sutrisno di Bedeng lantai dua. Sesaat kemudian terdengar suara ribut-ribut dari kerumunan tersebut, namun bisa diingatkan.

Tak lama kemudian beberapa orang dari kerumunan tersebut akhirnya turun ke bawah dan tidak beberapa lama terdengar dari bawah ada teriakan “ada yang luka”. Mendengar teriakan tersebut saksi akhirnya turun, namun beberapa yang turun dari lantai dua diantaranya Agus, Niga, Markus dan Raimon sudah tidak kelihatan.

Selang beberapa menit saksi dikumpulkan oleh sekuriti proyek bersama buruh proyek lainnya dikarenakan dari kejadian tadi ada korban yang meninggal dan ada yang terluka berat.

“Posisi orang Sumba ini kan bekelahi. Awalnya cek-cok karena gaji. Namun cek-coknya di lantai dua rumah bedeng. Posisinya kan lain dari tempat biasanya. Jam orang istrirahat merasa terganggu lalu Panjiono mengingatkan Kalau bertengkar jangan di sini di bawah saja,” terang Raffi (30), salah satu rekan korban.

Tak terima diingatkan Panjiono langsung ditusuk oleh sekawanan pemuda Sumba yang diperkirakan sekitar empat sampai enam orang. Saat itu Panjiono memang sempat berlari ke bawah, namun dikejar dan dikeroyok beramai-ramai.

Sedangkan menurut keterangannya Hadi saat itu justru datang terakhir dan melerai korban dan pelaku. Namun justru pihaknya kembali jadi bulan-bulanan orang-orang Sumba tersebut.

“Rekan saya mendapat 14 tusukan. Darah berceceran, hingga saat kami bawa ke rumah sakit. Hadi menghembuskan nafas di perjalanan karena kehabisan darah,” kenangnya saat ditemui di RSUP Sanglah.

Sementara Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Nengah Patrem yang dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan terkait terkait kasus ini. Kejadian dan pelaku kejadian kini masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. (Sid)

 

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment