Petugas Intel Polda Bali Dibacok, Warung Miras Langsung Dirazia

Razia warung miras. Foto: bnn/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork- Enam lokasi yang diduga menjual minuman keras (miras) digerebek oleh jajaran Kepolisian Polda Bali pada Sabtu malam (23/09) sekitar pukul 23.30 Wita.

“Kegiatan tersebut sebagai upaya antisipasi daerah rawan miras dan senjata tajam terutama menindak lanjuti kasus pembacokan salah satu anggota intel Polda Bali yang terjadi pada Jumat (22/09) sekitar pukul 23.00 Wita di depan rumah nomor 26 Jalan Narakesuma, Denpasar Timur,” ujar Direskrimum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya, Senin (25/09).

Menurutnya, enam lokasi tersebut diantaranya lokasi Warung Tulisa Sari Jalan Sedap Malam No.181 dengan disita 3 jerigen arak masing-masing kurang lebih sebanyak 30 liter. Di warung Kerkuak Belus Jalan Sedap Malam nomor 118 diamankan 3 botol aqua besar arak serta 8 picer berisi arak yang telah dicampur.

Sedangkan di Warung Flamboyan Jalan Sedap Malam gang Adenium turut diamankan 1 jerigen arak isi 30 liter dan 7 botol sprite masing-masing isi 1,5 liter, 6 botol sprite masing-masing isi 1 liter. Di warung Dong Oman Jalan Pantai Sindu nomor 7 ditemukan 1 galon aqua isi seperempat arak dan 1 guci berisi seperempat arak. Sedankan Warung Pan Tantri Jalan Pungutan Sanur diamankan 1 jerigen ukuran 30 liter yang berisi arak setengah. Sementara di Warung Wayan di Jalan Danau Tamblingan nomor 26 Sanur diamankan 1 jerigen ukuran 30 liter yang berisi arak seperempat.

“Kemudian di tempat warung Tulisa Sari di temukan 2 tombak panjang kurang lebih dengan panjang 3 meter,” imbuhnya.

Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose mengungkapkan, kejadian tersebut bermula dari pesta miras yang dilakukan oleh sejumlah pemuda.

“Pasalnya selain diakibatkan usai mengkonsumsi miras, mereka mengkonsumsi minuman keras dengan alasan tertentu bukannya langsung istirahat malah mereka gunakan untuk hal-hal yang membahayakan masyarakat, sok jagoan dan sengaja membuat onar. Sehingga saya perintahkan tindak tegas dan tangkap penjual miras dan preman,” tegas Golose.

Jika terbukti penjual miras/tempat yang digunakan untuk berpesta miras dibekingi salah satu ormas/preman, lanjutnya, segera tangkap, jangan buat resah masyarakat Bali.

“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan agar keresahan warga masyarakat dengan adanya miras dan ulah preman, dapat kami antisipasi dan tidak ada lagi kejadian pembacokan seperti yang menimpa salah satu anggota Polda Bali dua hari yang lalu,” ujar AKBP Sinar Subawa.

Sebelumnya seorang anggota intel Polda Bali yang bernama Bripda I Komang Trio Satriawan, 23, anggota Subdit 1 Intelkam Polda Bali mengalami luka bacok pada lengan tangan bawah sebelah kiri. Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 23.00 Wita korban sedang melintas di Jalan Narakusuma lalu tiba-tiba di panggil oleh beberapa pemuda kurang lebih berjumlah 7 orang.

Kemudian korban bertanya “Ada apa Bli” dan salah satu pemuda mengeluarkan kata kata “berani kamu balik ke sini”. Kemudian pelaku memukul namun korban menghindar dan mengambil motor, Nahas kemudian pelaku malah mengeluarkan senjata dan mengayunkan senjata tersebut kearah korban. Korban lalu menangkis dan berlari menuju seped motor sambil memeganggi tangannya kirinya.

Korban saat itu baru datang dari menjemput neneknya di Bebandem Karangasem. Sekitar pukul 23.00 Wita korban disuruh keluar membeli pempes untuk neneknya, namun korban lama tidak kembali, saat dihubungi oleh pihak keluarga korban tengah di dirumah sakit karena luka bacok.

Sementara para kawanan pelaku terpantau sejak pukul 21.00 Wita tengah berpesta miras di depan rumah salah satu warga. Kegiatan tersebut disebut kegiatan rutinan setiap malam di salah satu warung. Pelaku yang kesehariannya sebagai sekuriti diketahui bernama I Komang Juli Kamawijaya diamankan pada Sabtu (23/09) sekitar pukul 03.00 Wita dan kini kasusnya ditangani di Polresta Denpasar. (sid)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment