Cuti Bersyarat dari LP Belum Habis, Bego Dikeler Polisi Karena Aniaya Orang

Dua tsk penganiayaan saat dimintai keterangan. Foto:bnn/nod.

Tabanan/BaliNewsNetwork-I Gusti Ngurah Bagus DP alias Ngurah Bego yang menjalani cuti bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tabanan sejak 8 September 2017 divonis 7 bulan karena mencuri HP, kembali berulah.

Ia dikeler jajaran Polsek Kota Tabanan lantaran melakukan tindakan kekerasan terhadap I Putu Adi Darmayasa (21) di kamar kos Jalan Damawangsa, Tabanan.

Kini Bego bersama rekanya Kadek I alias Kodok (19) alamat Jalan Hasanudin Banjar Dangin Carik Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan, meringkuk di sel tanahan Mapolsek Kota Tabanan.

Kapolsek Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja seijin Kapolres Tabanan, Kamis (21/09) menjelaskan hari Rabu (20/09) sekitar pukul 02.00 Wita korban bersama pacar berada dalam kamar kos. Tiba-tiba ada yang memanggil nama korban sambil menggedor-gedor pintu, setelah pintu terbuka, tersangka I Gusti Ngurah Bagus DP alias Ngurah Bego masuk bersama Redi, langsung bertanya “Kenapa kamu menantang Redi” setelah korban menjawab “tidak ada menantang Redi”, tiba-tiba terlapor I Gusti Ngurah Bagus DP alias Ngurah Bego melayangkan pukulan kearah wajah, kepala dan badan korban beberapa kali, selanjutnya beberapa teman tersangka Ngurah Bego ikut masuk kedalam kamar korban, termasuk tersangka Kadek I alias Kodok, yang langsung melayangkan pukulan kearah wajah korban.

Akibat kejadian tersebut, tulang pipi korban retak, kepala terasa sakit pusing dan muntah-muntah.

Tak berselang lama, datang pecalang dan tuan rumah datang. Tersangka dan teman-temannya meninggalkan tempat kos korban, selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tabanan.

“Modusnya, karena karena salah paham yaitu para tersangka melakukan pemukulan karena tidak terima dengan sikap korban yang selalu menantang setiap ketemu tersangka atau teman-teman tersangka,” jelas Kapolsek Surya Atmaja.

Dikatakanya, pasal yang disangkakan terhadap para tersangka 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan. (Nod)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment