Curi Mobil, Putu Surya Dibekuk Petugas

Tsk Putu Surya dan dua rekannya saat rilis di Mapolsek Kuta, Kamis (21/09). Foto:bnn/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Baru 1,5 bulan bekerja sebagai sopir tembak alias sopir freelance seorang warga Busung Biu, Buleleng Putu Surya Karuniawan (28), bersama kedua rekannya diamankan jajaran kepolisian Sektor Kuta pada Kamis (14/09).

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, Rabu (13/09) sekitar pukul 21.00 Wita tersangka Putu Surya terlihat mondar-mandir di sekitar TKP yang merupakan gudang rent car di Jalan Dewi Sri III, tepatnya di dekat Bank BCA Cabang Kuta.

“Saat dilakukan pengecekan TKP, memang di TKP tidak ada CCTV yang langsung mengarah ke TKP. Namun dengan ada Bank BCA yang CCTV-nya mengarah ke lokasi. Akhirnya diketahui ciri-ciri orang yang mirip pelaku. Dan setelah diselidiki diduga kuat orang tersebut adalah Putu Surya,” ujar Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara Pada Kamis siang (21/09).

Saat kejadian bos yang juga korban ditempatnya bekerja Made Hendra Sudiantara (41), tengah berada di Gianyar. Pihaknya mengaku justru mengetahui dari salah satu pekerjanya yang saat itu bermaksud menanyakan keberadaan mobil yang akan digunakannya bekerja. Hingga akhirnya diketahui bahwa mobil yang ditunjuk dengan Toyota Hi Ace Nopol DK 9009 OQ sudah raib dari tempatnya.

Salah seorang penjaga gudang sekaligus merangkap menjadi tukang cuci mobil Jhon mengatakan bahwa tersangka Putu Surya-lah yang terakhir mengembalikan kunci mobil tersebut. Namun ketika pihaknya dihubungi, Putu Surya justru membantahnya. Hingga akhirnya dilakukan pengecekan keseluruh karyawannya, namun hasilnya juga nihil.

Berbekal rekaman CCTV di Bank BCA yang mengarah ke TKP, pelaku diketahui mengendarai mobil tersebut. Saat dilakukan pengejaran terhadap pelaku diketahui bahwa lokasi saat itu berada di daerah Busung Biu, Buleleng.

“Saat disanggongi pelaku tidak dilokasi. Hingga akhirnya malam hari pelaku berhasil diamankan di sebuah Café yang berada di Kekeran, Busung Biu,” imbuhnya.

Dari pengakuannya, setelah mencuri mobil tersebut Putu Surya langsung menghubungi rekannya yang juga tersangka Putu Karmayasa (44), meminta untuk dicarikan penggadai mobil.

Dari saran Putu Karmayasa dan rekannya Dumek, awalnya mobil tersebut akan digadaikan kepada Eka di Sidatapa. Namun justru disarankan digadaikan kepada I Putut Budiarta (tersangka) di Daerah Bungkulan seharga Rp 50 juta.

Setelah menerima uang tersebut Putu Surya mengambil bagian sebanyak Rp 38 juta, sisanya Rp 12 juta untuk Eka yang kini masih buron. Uang tersebut akhirnya digunakan untuk membayar hutang Rp 1 juta, dan membeli sepeda motor Kawasaki KLX serta dibagikan untuk Putu Karmayasa Rp 2,5 juta sebagai upah perantara,” terangnya.

“Masih kami dalami apakah Putu Surya merupakan sindikat jaringan yang memiliki penadah. Sementara uangnya dari Putu Surya sisanya Rp 6,4 juta,” jelasnya.

Tersangka Putu Surya disangkakan pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHP. Sementara Putu Karmayasa disangkakan pasal 363 ayat 1 ke 3e juncto pasal 55/66 KUHP. Keduanya dijerat dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara terhadap Putu Budiarta disangkakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment