Penuh Sampah, Pasar Relokasi Pohon Bao Tak Terurus

Kondisi parit yang dipenuhi timbunan sampah membusuk di Pasar Relokasi, Kelurahan Pohon Bao, Larantuka, Selasa (19/09). Foto: bnn/emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Kondisi Pasar Relokasi di Kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka-Flores Timur terlihat kian kumuh. Timbunan sampah yang bersatu dengan genangan air limbah ikan yang kian menghitam memenuhi ruang parit. Membludaknya para pedagang yang kian memadati sisi jalan menambah semrawutnya lingkungan pasar relokasi tersebut.

Aroma tak sedap tajam menyengat indra penciuman tatkala melintasi areal Hotel Pelangi. Kondisi tersebut sungguh mengganggu kenyamanan hotel dan warga disekitarnya.

“Kami sudah lelah dengan kondisi ini. Sudah capek membersihkan parit di kawasan ini, para pedagang ikan dan sayur di bagian atas sana terus membuang limbah ikan mereka kedalam parit yang otomatis mengalir ke arah sini. Sudah berulang-ulang kami tegur, tapi tidak ditanggapi. Pemilik hotel pun sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah Kecamatan Larantuka dan instansi terkait di Kabupaten, namun tidak direspon. Tak ada juga petugas kebersihan di kawasan pasar ini,” ujar Ulis Lamawitak pengelolah Hotel Pelangi dalam nada kesalnya.

Sebagaimana yang terlihat persis di sudut atas Hotel Pelangi, Selasa (19/09) timbunan sampah kian tertumpah ke bahu jalan. Genangan air berwarnah hitam pekat yang menyatu dengan jenis sampah plastik dan lainnya pun menyemburkan aroma tak sedap yang sungguh menyiksa para pedagang dan warga yang mendiami lokasi disekitarnya.

Kekesalan dan kekecewaan pun dilontarkan Thomas Huler (48) salah seorang pedagang ayam. Thomas yang selalu giat membersihkan bahu jalan di depan Hotel Pelangi tersebut menyayangkan tidak ada perhatian dari pihak pemerintah akan kebersihan dan kenyamaan wilayah pasar relokasi tersebut.

“Kami sudah bosan di sini. Untuk apa bangun pasar di bawah sana yang hingga hari ini tidak juga digunakan? Di titik lain ada petugas kebersihannya, masa di lokasi pasar yang selalu berurusan dengan sampah kok tidak ada petugas kebersihannya?,” keluh Thomas seraya mengayunkan sapu lidinya. (Emnir)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment