Terbakar Cemburu  Seorang Dokter Hajar Orang dan Terancam 2 Tahun Penjara

dr.  Jenny Kusumawati (kiri) usai mengikuti sidang di PN Denpasar (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Oknum dokter bernama Jenny Kusumawati harus mendekam dalam LP Kerebokan akibat ulahnya sendiri. Sebab, tanpa alasanya yang jelas, dia mengamuk dan menghajar pria bernama Doug Gelleson.

Akibat perbuatan itu, korban mengalami beberapa luka dibagian kelapa, bahu, leher dan juga telinga. Dalam dakwaan Jaksa yang dibacakan, memang tidak ditulis secara jelas apa penyebab terdakwa ngamuk dan menhujani korban dengan pukulan dan tendangan.

Tapi dari fakta yang terungkap dalam persidangan, Selasa (19/9) kemarin, terdakwa naik pitam dan menghajar korban karena motif asmara alias cemburu.

Akibat perbuatanya itu, terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGNA Kusumayasa Diputra dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun dan 8 bulan.

Dalam dakwaan terungkap, kasus yang menimpa terdakwa terjadi pada tanggal 28 Mai 2016 sekitar pukul 11.00 Wita di Harvest Land Residence Blok E-3A Jln. Ngurah Rai, Badung.

Saat itu, korban bersama saksi Herawati Bratha serta Quintin Bekker sedang duduk-duduk santai. Tiba-tiba terdakwa datang dan langsung marah-marah kepada Herawati Bratha.

Sementara korban Doug Gelleson menghampiri terdakwa. Namun terdakwa yang sudah emosi malah menghajar memukul dan juga menendang korban.

“Korban sempat berusaha menghindar dengan berlari keluar rumah,”sebut jaksa Kejari Denpasar itu sebagaimana tertuang dalam dakwaan.

Terdakwa yang sudah terbakar aramarah terus mengejar korban. Setelah terdakwa keluar, korban masuk kedalam rumah dan mengunci dari dalam.

“Karena tidak bisa masuk, terdakwa lalu mematikan sekring listrik sehingga terdakwa dan kedua saksi merasa kepanasan di dalam rumah,”sebut jaksa.

Tidak lama kemudian, saksi Herawati Bratha menghubungi pengacaranya, Erwin Siregar.

“Tidak lama kemudian datang Polisi dan meminta korban dan kedua saksi untuk membuka pintu,”kata Kusumayasa.

Saat pintu sudah dibuka, terdakwa yang masih marah kembali memukul korban, dan pukulan itu mengenai kepala korban.

Akibat perbuatanya itu, terdakwa yang merupakan seorang dokter ini harus mendekam dalam LP Kerobonan.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment