Terjaring Pukat Nelayan Asal Lohayong, Bupati Flotim Antar Penyu Belimbing ke Laut

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, ST bersama  warga mengarahkan dan menghantarnya Penyu Belimbing kembali ke laut Ritaeang, Minggu (17/09). Foto: bnn/enmir.

Solor/BaliNewsNetwork-Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST pada Minggu (17/09) turut menghantar seekor penyu jenis belimbing (Dermochelys coriacea) yang terjaring pukat nelayan asal Desa Lohayong I, Awaludin Alep (33) di perairan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat. Kehadiran seekor penyu belimbing itu pun menjadi tontonan menarik warga Ritaebang, khususnya kalangan remaja lantaran jenis penyu tersebut baru terlihat lagi setelah era 1990-an.

Usai menerima informasi dari koordinator nelayan Ritaebang, Kristo Werang dan Kepala Bidang Pengawas Sumberdaya Perikanan dan Perizinan Usaha Dinas Perikanan Flores Timur, Apolinardus Y.P Demoor tentang terjaringnya seekor penyu yang oleh warga setempat menyebutnya Mobo, Bupati Anton Hadjon pun langsung bergerak menuju kelurahan Ritaebang dan menyaksikan langsung salah satu jenis biota laut yang masuk dalam wilayah perlindungan UU nomor 5 Tahun 1990 tersebut.

Bersama warga Kelurahan Ritaebang, Sekcam Solor Barat Paskalis Luli Buton, SH, Kapospol dan Babinsa Solor Barat, pihak Dinas Perikanan, LSM WCS dan Misool Baseftin serta Awaludin Alep, Bupati Anton Hadjon lalu melakukan berbagai tindakkan seperti mengelus dan membasahi tubuh penyu belimbing itu agar dapat bergerak pulang laut. Mengikuti dengan seksama perjalanan pulang ke laut, Bupati Anton mengingatkan kepada warga Ritaebang serta Awaludin nelayan penemu penyu belimbing tersebut untuk senantiasa menjaga perairan Flotim.

“Mari kita bersama-sama menjaga perairan kita. Tangkaplah ikan dengan peralatan yang ramah lingkungan, dan lingdungi jenis biota laut yang telah masuk dalam perlindungan negara (UU nomor 5 Tahun 1990). Terima kasih kepada Bapak Awal, yang secara sadar langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak pasca mengetahui bahwa penyu yang terjaring dipukatnya ini adalah hewan yang telah dilindungi. Marilah kita bersama-sama menyebarluaskan informasi soal ini, dan mari kita selamatkan laut kita,” ujar Bupati Anton Hadjon.

Kisah penemuan seekor penyu jenis belimbing yang memiliki panjang 170 cm dengan lebar tungkai depan kanan bagian kiri 217 cm, serta memiliki panjang carapax 140 cm, lebar carapax 80 cm itu dan panjang tungkai depan 75 cm, tungkai belang 30, serta panjang kepala 30 cm itu berawal dari aktivitas Awaludin sebagai seorang nelayan. Menebarkan gillnetnya pada Sabtu (16/09) pukul 17.30 Wita di perairan Ritaebang, Awaludin merasakan getaran hebat pada tali jiwa yang menghubungkan 8 pcs pukatnya itu. Dia lalu menariknya pada pukul 02.30 Wita (Minggu dini hari). Selain terjaring 20 ekor ikan kombong dan 27 ekor ikan tongkol, pukat bermata 2,5 inc tersebut membelit seekor penyu berukuran besar. Karena seorang diri, Awal lalu meminta bantuan pada nelayan Ritaebang yang berlabuh didekatnya dan menghantarnya ke tepian pantai Ritaebang. Dirinya lantas menghubungi koordinator nelayan Ritaebang yang selama ini giat melakukan pembebasan biota laut yang dilindungi. Atas koordinasi tersebut, terjadilah hingga Bupati Flotim Anton Gege Hadjon datang melakukan pelepasan Dermochelys coriacea. (Emnir)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment