Pasutri Jepang Dibakar Pakai Dupa – Putu Astawa Mengaku Terinspirasi di Tanah Lot

Tersangka I Putu Astawa. BNN/SID

Denpasar/balinewsnetwork.com-Pascamembunuh pasutri warga Negara Jepang bernama Matsuba Nurio WNA (76) dan istrinya Matsuba Hiroko (76)  pada 3 September 2017 lalu,  pelaku I Putu Astawa (25) asal Negara, Jembrana, Bali melarikan diri dengan menaiki tembok rumah korban. Polresta Denpasar menetapkan pelaku sebagai tersangka bukan tanpa alat bukti.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo mengaku, pihaknya memeriksa ada sekitar 5 CCTV, dan 44 saksi. Saksi itu termasuk orang dekat korban yang mengetahui sosok pelaku.

Pelaku yang tinggal 200 meter dari rumah korban pasutri Jepang di Perum Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan ini berupaya menghilangkan jejak dengan membakar kedua korban.

Pelaku sebelumnya di rentang waktu dari pagi hingga malam sempat keluar dengan mengendarai mobil korban. Pelaku memutuskan pergi ke Tanah Lot, Tabanan untuk menenangkan diri. Namun akhirnya memutuskan untuk kembali ke TKP.

“Dia mendapatkan inspirasi saat menenangkan diri ke Tanah Lot, dia kemudian membeli bensin, dupa dan korek api. Karena di rumah korban tidak ada korek api pentul,yang ada hanya Zipo. Lalu dibelilah dupa dan dibakar di 7 titik namun yang terbakar hanya 4. Untuk mobil sempat dia membakarnya namun ternyata mobil tidak terbakar makanya kita temukan juga dupa di dalam mobil korban,” terang Kapolres, Senin (18/9).

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto menambahkan, barang bukti pisau yang digunakan untuk membunuh korban dibuang di tempat sampah di depan Kantor Camat Kuta. Selain itu, BB seperti tas, kaos, pakaian kemudian ada senjata, dan kunci rumah dibuang di Jl. Sunset Road, tepatnya di samping Hotel Horison.

“Hasil penyelidikan, pisau di tempat sampah depan kantor Camat Kuta. Kita masih cari, habis ini nanti kita cari. Setelah melakukan aksinya dia pindah dari Puri Gading, dia pindah kost ke Perum Taman Penta. Selanjutnya kita proses, kita lakukan pemeriksaan, kita kirim berkas, mungkin sebelum itu kita lakukan rekontruksi,” katanya.

Pihaknya juga menyita barang bukti seperti kaos milik pelaku yang ditemukan di wastafel kamar mandi rumah korban. Usai membunuh pelaku mengganti bajunya dan memakai baju korban.

Sementara uang yang dicuri pelaku dari istri korban senilai 11 ribu Yen, telah ditukar pelaku di dua money changer di wilayah Kuta.

“Itu sudah ditukar dan sudah digunakan tersangka untuk membayar hutangnya,” imbuh Kapolresta.

Seperti diberitakan, I Putu Astawa (25) nekat membunuh dan membakar pasutri Jepang bernama Matsubha Hiroko (76) dan Matsubha Norio (76) pada Minggu (3/9) lalu sekira pukul 08.30 Wita di  Perum Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Motif pelaku didasari atas utang yang ditanggungnya sebesar Rp10 juta. Pelaku ditangkap di pinggir jalan Pemogan, Denpasar Selatan, Senin (18/9) sekira pukul 03.00 wita. Tersangka kini ditahan di Mapolresta Denpasar, dan terancam hukuman di atas 15 tahun penjara. (SID)

Editor: Rahman Sabon Nama

Berita Terkait:

Terlilit Hutang, Astawa Bunuh Pasutri Jepang

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment